Dapat Suara Terbanyak Ketiga, Ogo Kembali Jadi Legislator

Kota Bima, Kahaba.- Nama politisi muda asal Kelurahan Rabadompu Barat, Edy Ihwansyah memang sejak awal sudah diperhitungkan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) di Kota Bima Tahun 2019, Dapil I Kecamatan Raba dan Kecamatan Rasanae Timur.

Kader PPP Kota Bima Edy Ihwansyah. Foto: Bin

Terbukti, pada perhelatan ini, pria yang akrab disapa Ogo itu kembali membuktikan kelihaiannya berpolitik dan meraih kursi untuk kembali duduk menjadi anggota DPRD Kota Bima.

Kepada media ini Ogo mengaku, Pileg tahun 2019 dirinya meraih suara pribadi sebanyak 1.200 suara dan dipastikan PPP dapat 1 kursi untuk Dapil 1. Sementara untuk suara partai, PPP meraih suara 3.000 lebih di Dapil 1.

“Saya dapat suara ketiga di Dapil 1, sementara suara partai meraih urutan kedua,” sebutnya, Selasa (23/4).

Ogo mengakui, pada Pileg tahun 2014, dirinya hanya meraih suara sebanyak 439. Jika dilihat dari jumlah perolehan tahun ini, maka presentasenya naik mencapai 300 persen. Jumlah raihan suara yang melonjak ini pun dinilainya tidak begitu jauh dari hasil data awal yang dimiliki tim pemenangannya.

Menurut pria Alumni SMAN 1 Kota Bima itu, kembalinya dia mengemban amanah ini tentu tidak lepas dari kiprahnya menjadi Wakil Rakyat selama 5 tahun terakhir. Berjuang merealisasikan aspirasi rakyat, meski harus diakui pun masih banyak sejumlah keinginan konstituennya yang belum bisa diwujudkan secara maksimal.

“Tapi untuk 5 tahun mendatang, saya akan berjuang lebih keras lagi untum kepentingan rakyat,” janji pria yang juga Wakil Ketua DPC PPP Kota Bima tersebut.

Pada kesempatan itu, Ogo juga memastikan selain di Dapil 1, pada Dapil 2 Kecamatan Mpunda dan Rasanae Barat PPP juga meraih 1 kursi. Sementara pada Dapil 3 Kecamatan Mpunda, PPP belum berkesempatan mendapatkan jatah 1 kursi.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *