Kelelahan, 14 Penyelenggara Pemilu di Kota Bima Jatuh Sakit

Kota Bima, Kahaba.- Pesta demokrasi kali ini menjadi yang terberat bagi para penyelenggara pemilu. Secara nasional saja, tercatat sebanyak 91 orang penyelenggara di tingkat bawah yang meninggal dunia dan ratusan yang jatuh sakit.

Komisioner KPU Kota Bima Yeti Safriyati. Foto: Bin

Di Kota Bima sendiri, berdasarkan data dari KPU Kota Bima, jumlah penyelenggara pemilu di tingkat bawah yang jatuh sakit dan diinfus karena kelelahan sebanyak 14 orang. Belum lagi jumlah lain yang sakit dan hanya dirawat di rumah.

“Jumlah penyelenggara pemilu seperti KPPS, PPS dan PPK yang sakit dan dirawat di rumah sakit sebanyak 14 orang,” sebut Komisioner KPU Kota Bima Yeti Safriyati, Selasa (23/4).

Kata dia, ada yang dirawat mulai tanggal 17 April 2019 sore hari, saat proses pungut hitung suara berlangsung. di TPS 9 Kelurahan Sarae. Kemudian di hari yang sama, KPPS 7 TPS 11 Kelurahan Sarae juga dilarikan ke rumah sakit karena drop.

“Ada juga yang dirawat sehari setelahnya, KPPS dilarikan ke rumah sakit, saat proses pengembalian kotak suara dari TPS ke PPK. Terakhir tadi siang, PPK Asakota, dilarikan ke rumah sakit karena kecapean,” ungkapnya.

Diakui Yeti, rata-rata penyelenggara pemilu yang dirawat karena kelelahan bekerja seharian. Namun setelah dirawat dan dinyatakan pulih, mereka kembali bertugas seperti biasa.

Mantan jurnalis itu, pihaknya sudah mendata sejumlah penyelenggara pemilu yang sakit dan dirawat, sesuai arahan dari KPU Provinsi NTB. Apakah nanti akan diberikan bantuan atau tidak, pihaknya belum bisa memastikan.

“Kita hanya diminta agar didata saja,” tuturnya.

Untuk tetap menjaga stamina para penyelenggara pemilu yang menyelesaikan tugas, mulai kemarin sore ada bantuan medis dari Pemerintah Kota Bima, untuk memeriksa kesehatan dan memberikan vitamin ke semua penyelenggara pemilu di tingkat bawah.

*Kahaba-01

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *