C1 di Madapangga Banyak Yang Ganda, Gerindra Minta KPU Rekap Ulang C1 Plano

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan TPS di Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima memiliki C1 ganda dengan perolehan suara setiap Caleg yang berbeda-beda. Karena itu, Sekretaris PAC Gerindra Kecamatan Bolo Abdurahman meminta KPU Kabupaten Bima memberikan klarifikasi dan mengambil sikap atas kejadian tersebut.

C1 TPS 1 Desa Tonda Kecamatan Madapangga yang Ganda. Foto: Yadien

“1 TPS bagaimana bisa mengeluarkan 2 C1 ganda dengan perolehan suara Caleg berbeda-beda,” ungkapnya pada media ini, Rabu (24/4).

Kata dia, munculnya banyak C1 ganda hampir semua TPS di Kecamatan Madapangga, harus mendapat perhatian serius KPU dan Bawaslu Kabupaten Bima. Pasalnya, kuat dugaan telah terjadi kejahatan Pemilu yang terstruktur, sistematis dan masif di Kecamatan Madapangga.

“Ini asli kejahatan Pemilu. KPU dan Bawaslu harus ambil sikap tegas,” katanya.

Ia membeberkan, TPS yang memiliki C1 ganda tersebut di antaranya yakni, TPS 1, 3, dan 5 Desa Tonda. Tidak hanya itu, di desa-desa yang lain juga ditemukan hal yang sama. Seperti Desa Rade, Monggo, Mpuri dan desa-desa yang lainya.

“Kami bisa buktikan adanya C1 ganda tersebut,” tuturnya.

Ia menambahkan, kejanggalan lain yang ia temukan adalah, jumlah partisipasi pemilih di setiap TPS Desa Rade yang tidak rasional. Pasalnya jumlah partisipasi pemilih di TPS Desa setempat mencapai 80 pemilih. Padahal di TPS kebanyakan paling banyak peserta pemilih hanya 30 orang.

“Kami menduga ada penggelembungan suara yang dilakukan di Desa Rade,” ungkapnya.

Bahkan kata dia, di TPS 5 Desa Tonda, ditemukan ada 3 C1 yang dikeluarkan oleh penyelenggaran. Karena itu, pihaknya meminta kepada KPU dan Bawaslu Kabupaten Bima agar segera mengambil sikap tegas dan melakukan rekapitulasi ulang tingkat PPK Madapangga dengan menggunakan C1 Plano.

“Harus dilakukan rekapitulasi ulang menggunakan C1 Plano. Karena kuat dugaan telah terjadi kejahatan Pemilu,” tegasnya.

*Kahaba-10

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *