Uang Jutaan Rupiah dan Barang Berharga Pasien RSUD Bima Digondol Maling

Kota Bima, Kahaba.- Kasihan pasien RSUD Bima atas nama Siti Sufian Nahru, warga Desa Ngali Kecamatan Belo – Bima. Sudah sakit dan terkapar di rumah sakit, uang jutaan rupiah beserta kamera pocket, HP Android dan sejumlah barang berharga lainnya digondol maling sekitar pukul 04.00 Wita Rabu (1/4).

Pasien yang jadi korban pencurian di RSUD Bima. Foto: Ist

Maling beraksi saat ia dan keluarganya tertidur pulas di salah satu ruangan di Zal Bedah RSUD Bima. Anehnya, saat dihubungi nomor HP android yang diambil, maling tersebut malah memberitahukan jika dompet besar tempat kamera dan uangnya dibuang di luar tong sampah, depan ruangan perawatan.

“Sempat ngobrol lama sampai disuruh tebus HP. Saya bersedia dan mau kasih uang, cuman pas dia minta kata sandi HP dan kita tidak beri, akhirnya dimatikan sampai sekarang,” jelas wanita yang juga guru tersebut.

Karena mendengar dirinya berbicara dengan maling tersebut via telpon sambung Siti Sufian, anaknya sempat lari kearah parkir depan RSUD Bima dan melihat laki-laki bertubuh ceking memegang HP miliknya. Hanya saja saat melihat melihat anaknya, maling kabur menggunakan sepeda motor.

“Dugaan kita pencurinya pasti orang yang tahu seluk-beluk rumah sakit ini. Karena kita tidur baru sekitar 30 menit,” tukas pasien ini dengan nada lemas sambil menahan sakit yang dideritanya.

Ia menyayangkan lemahnya sikap keamanan di rumah sakit umum daerah Bima yang memiliki banyak anggota satuan pengamanan ditambah lagi dengan adanya anggota Pol PP. Terlebih rumah sakit tidak memiliki kelengkapan kamera CCTV.

“Andai pengamanannya ketat dan memiliki CCTV pasti pencuri mikir dua kali dan tidak akan terjadi seperti ini. Toh juga ga ada bentuk tanggungjawab rumah sakit,” sesalnya.

Sementara itu Direktur RSUD Bima H Ikhsan mengaku selama ini pihaknya kerap mewanti-wanti kepada para pasien agar menyimpan dengan baik barang-barang berharganya untuk menghindari aksi pencurian.

“Karena beberapa kejadian yang dialami ternyata malingnya adalah di antara keluarga pasien yg sedang dirawat. Jadi bukan dari luar yang sengaja masuk. Sehingga petugas keamanan RS sulit juga untuk mendeteksi,” paparnya.

Ia meminta maaf kepada pasien korban dan berjanji ke depan lebih ketat dalam pengamanan serta akan mengecek dan evaluasi lagi sistem security yg ada.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *