May Day, FGRM Minta Upah Buruh Sesuai UMK Dan UMP

Kota Bima, Kahaba.- Memperingati hari buruh sedunia atau disebut May Day, mahasiwa diberbagai kampus yang tergabung dalam Front Gerakan Rakyat Menggugat (FGRM) turun ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi, Kamis (2/5). Para mahasiwa meminta agar upah buruh sesuai UMK dan UMP.

FGRM saat aksi di depan Kantor Walikota Bima. Foto: Deno

Pantauan media ini, aksi mahasiwa dari gabungan organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Bima, PRD Kota Bima dan LSIP Bima menyampaikan orasi ilmiahnya di Kantor Walikota Bima. Sebelumnya, massa melaksanakan konvoi di jalan umum dan dijaga oleh anggota Keplisian.

Jendral Lapangan Aksi Imam Hidayat dalam orasinya menyampaikan, pemerintah harus bersikap adil dalam mensejahterakan rakyat. Terutama memperhatikan upah para buruh yang harus sesuai dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Buruh sangat berkontribusI untuk negara, wajib hukumnya diperhatikan kesejahteraanya, buruh harus diberikan jaminan sosial sesuai UU Nomor 13,” ungkapnya.

Selain menuntut upah buruh sesuai UMK dan UMP, para mahasiswa juga menyampaikan tuntutan lain seperti, cabut UU Proneliberal yaitu UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sidiknas dan cabut UU Nomor 12 tahun 2012 tentang otonomi kampus, Cabut PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, Wujudkan pendidikan ilmiah, pendikan gratis dan demokratis.

Kemudian mahasiswa juga meminta pemerintah untuk mewujudkan perpustakaan berjalan, hapus pembayaran uang komite di tingkat pendidikan SMA dan meminta Pemerintah Kota segera merealisasikan 10 ribu lapanagan kerja bagi penggangguran yang berada di Kota Bima.

”Walikota harus menepati janjinya tersebut, karena di Kota Bima jumlah pengangguran masih banyak,” pintanya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *