Pemilu Usai, Berhenti Pertajam Perbedaan

Kota Bima, Kahaba.- Pemilu serentak 2019 telah usai, meski tahapannya akan berakhir pada 22 Mei 2019. Kerja dan keputusan KPU tentu menjadi ujung yang sah dari pungut hitung yang dilaksanakan tanggal 17 April 2019.

Wakil Ketua MUI Kota Bima H Abidin H Idris. Foto: Ist

Tidak demikian dinamika yang terjadi di tengah masyarakat, perbedaan dan selisih paham, saling klaim calon presiden dan calon legislatif pemenang, selalu mengemuka dan tidak terhindarkan antar pendukung.

Atas fenomena demokrasi yang terjadi itu, MUI Kota Bima angkat bicara demi damai dan kondusifnya Kota Bima. Melalui Wakil Ketua MUI Kota Bima H Abidin H Idris menyampaikan pemilu telah selesai, jangan lagi pertajam perbedaan.

“Proses dan tahapannya sudah kita lewati bersama, mari kita tunggu keputusan resi KPU pada 22 Mei 2019,” ajaknya, Kamis (9/5).

Politik sentil H Abidin, hanyalah bagian kecil kehidupan berbangsa dan bernegara. Ada banyak kerja penting lain yang mesti diselesaikan anak bangsa. Politik juga warna warni kehidupan, sehingga perbedaan dalam berpolitik sesuatu dan wajar dan lahiriah.

Tuhan telah menegaskan jelasnya, menciptakan manusian laki – laki dan perempuan, menciptakan makhluk berpasang-pasangan dengan perbedaan. Itu menjadi sebuah pertanda bahwa perbedaan itu lumrah adanya.

Hanya saja harapnya, jangan karena perbedaan pilihan, rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air, sesama warga Kota Bima terpecah belah.

“Ini yang tidak patut dipertajam, sebab jangankan sesama muslim, antar umat beragama pun kita harus saling toleransi,” katanya.

Wakil Ketua MUI Kota Bima ini kembali mengajak seluruh warga Kota Bima berhenti saling mendebatkan capres dan caleg mana yang menang dan tidak perlu saling klaim, apalagi sampai pengerahan massa sebagai bentuk pesta kemenangan. Beri kesempatan pada KPU untuk menyelesaikan tugasnya hingga tanggal 22 Mei mendatang.

“Nanti kita akan tahu bersama, siapa pemenangnya. Dan siapapun capres dan caleg yang menang itulah pemimpin yang harus dihormati bersama. Tidak perlu saling gontok-gontokan,” tandasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *