Animo Masyarakat Sekolahkan Anak-Anaknya di SMPN 1 Bolo Tinggi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka di SMPN 1 Bolo sangat tinggi. Itu dibuktikan dengan banyaknya orang tua siswa yang mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah setempat, meskipun pendaftaran belum dibuka secara resmi.

Kepala SMPN 1 Bolo Marwan. Foto: Yadien

“Kalau pendaftaran secara resmi belum waktunya. Tapi karena ada yang mendaftar kami terima,” ujar Kepala SMPN 1 Bolo Marwan, Sabtu (11/5).

Kata dia, secara resmi pendaftaran baru dibuka setelah pengumuman kelulusan pada akhir Mei 2019. Namun karena banyaknya orang tua siswa yang datang mendaftar, maka diterima dulu dengan menggunakan kartu ujian.

“Nanti kalau mereka dinyatakan tidak lulus di SD, maka akan kami tolak,” katanya.

Ia membeberkan, sejak diterima pada tanggal 8 Mei kemarin, hingga kini jumlah siswa yang terdaftar sudah mencapai 174 orang.

“Mungkin akan bertambah lagi sampai nanti siang,” bebernya.

Marwan menjelaskan, tahun ini sekolah setempat menargetkan akan menerima sebanyak 320 siswa baru yang akan dibagi ke 10 kelas. 1 kelas akan diisi oleh sebanyak 32 orang siswa.

Siswa-siswa yang sudah mendaftarkan diri yakni siswa dari desa-desa yang ada di sekitar sekolah setempat. Yakni Desa Rato, Kananga, Tumpu, Leu, Timu, dan Desa Rasabou.

“Sesuai zonasi desa-desa itu masuk zona sekolah ini,”ungkapnya.

Meskipun sudah ada aturan zonasi kata Marwan, sekolah setempat masih boleh menerima siswa dari luar zonasi, dengan alasan-alasan tertentu.

“Tapi kami hanya boleh terima 5pprsen dari jumlah siswa naru yang diterima,” tuturnya.

Marwan berharap, semoga tahun ini sekolah setempat bisa mendapatkan siswa baru sesuai dengan jumlah yang ditargetkan.

“Kalau tahun lalu kami menerima kuramg dari target,” bebernya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *