Perolehan PAD Triwulan Pertama Jauh Dari Target

Kota Bima, Kahaba.- Berdasarkan data perkembangan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada triwulan pertama tahun 2019, diperoleh hasil masih jauh dari target. Ini disebabkan beberapa sektor pajak yang menjadi lumbung PAD, perolehannya masih jauh dari harapan.

Kepala Bidang Penagihan dan Keberatan BPKAD Kota Bima M Natsir. Foto: Bin

Kabid Penagihan dan Keberatan DPKAD Bima Muhammad Natsir mengakui, capaian PAD secara akumulatif belum terlalu memuaskan. Dari total Rp 13 miliar yang ditargetkan, yang baru terealisasi hanya Rp 1 miliar lebih.

“Belum maksimalnya capaian tersebut disebabkan beberapa faktor, seperti penerimaan pajak daerah yang belum masuk, di antaranya PBB, pajak Sarang Burung Walet (SBW), pajak mineral bukan logam dan batuan,” ujarnya, Selasa (14/5).

Selain itu juga, faktor lainnya adalah penerimaan yang bersumber dari retribusi daerah yang belum terkelola secara baik, sehingga terdapat beberapa OPD yang capaiannya masih di bawah 10 persen. Serta beberapa hasil pengelolaan kekayaan daerah, yang bersumber dari penyertaan modal belum terealisasi.

“Adapun 7 OPD yang masih jauh dari capaian PAD diantaranya, Dikes, Bagian Umum Setda, DLH, Diskominfo, Dinas PUPR, DKP dan Dishub. Sedangkan beberapa OPD lain dari itu, target PAD yang dicapai masih cukup signifikan,” katanya.

Maka dari itu kata Natsir, pihaknya ke depan akan melakukan beberapa strategi dan program jitu untuk meningkatkan penerimaan pada sektor, di antaranya untuk sektor penerimaan PBB dan penerimaan retribusi daerah. Seperti peningkatan kualitas SDM juru pungut dan tenaga pendamping, kemudian merapikan dan menyederhanakan alur dalam pengelolaan, dan penatausahaan PBB. Serta lebih intens melakukan koordinasi bila menghadapi persoalan di lapangan, sehingga dapat diatasi dengan cepat dan akurat.

“Agar capaian PAD akan maksimal, maka langkah yang akan dilakukan berupa fokus pada pengelolaan dan merencanakan serta penggalian retribusi daerah. Lalu memperbaiki sistem pengelolaan yang terukur dan jelas, hingga memperbaiki sistem tatakelola dan pelaporan,” tandasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *