Warga Mande Dilapor Polisi, FMMKB Desak Wawali Klarifikasi

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah elemen masyarakat dan organisasi yang tergabung di Front Masyarakat Menggugat Kota Bima (FMMKB) menggelar aksi di depan Kantor Walikota Bima, Rabu (15/5). Massa meminta klarifikasi Wakil Walikota Bima tentang laporan dugaan penghinaan yang dilakukan warga Mande dan sudah dilaporkan ke polisi. (Baca. Diduga Cemarkan Nama Baik Wakil Walikota Bima, Perempuan ini Dilapor ke Polisi)

FMMKB saat aksi di depan Kantor Walikota Bima. Foto: Hardi

Korlap aksi Akbar menyampaikan, aksi ini digelar karena warga Kelurahan Mande resah dan kecewa terkait laporan yang dilayangkan oleh Wakil Walikota Bima tersebut.

“Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan kami selaku rakyat. Masa seorang kepala daerah melaporkan rakyatnya sendiri ke ranah hukum,” ungkapnya.

Menurut mereka, yang dilakukan Wakil Walikota Bima tentu saja membuat rakyat kecewa. Untuk itu, pihaknya meminta kepada orang nomor 2 tersebut untuk menjelaskan maksud laporan tersebut.

“Wakil Walikota Bima harus menjelaskan kepada kami tentang laporan itu,” desaknya.

Sementara itu, Zaidun yang juga berkesempatan untuk beorasi juga menyampaikan tuntutan yang sama. Bahkan dirinya memperingatkan kepada pemerintah untuk menjadi pengayom dan pelindung rakyatnya sendiri. Bukan justru melaporkan ke polisi.

Pada kesempatan itu juga dibacakan pernyataan sikap yakni menuntut Wakil Walikota Bima agar mengevaluasi kembali janji dan komitmennya politiknya di masyarakat Kelurahan Mande, meminta kepada Wakil Walikota Bima agar tetap menerima kritik dari warga.

Keinginan warga bertemu Wakil Walikota Bima tidak terpenuhi. Pol PP yang menjaga aksi tersebut terus stand by hingga demonstrasi selesai. Wakil Walikota Bima pun tak kunjung menemui massa aksi.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Nhydas

    Kita lihat dulu hasil laporannya seprti apa. Sapa sebenarnya yg salah. Bukankah ini rana keadilan siapa yv salah akan mendapatkan ganjarannya. Dan tak mungkin jga seseorang melaporkan suatu kasus tanpa adanya bukti yg memperkuatkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *