Uma Teater Gelar Pentas Amal, Hasilnya Disumbangkan ke Panti Asuhan

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah perkumpulan sanggar seni di Kota Bima yang tergabung dalam Lembaga Seni Uma Teater menggelar kegiatan pentas amal dan bakti sosial, di depan Gedung Convention Hall, Sabtu (18/5). Kegiatan itu pun menarik perhatian pengguna jalan dan menyumbangkan dana melalui kotak amal yang disediakan.

Uma Teater Gelar Pentas Amal di Depan Gedung Convention Hall. Foto: Eric

Ketua panitia kegiatan Rahmad Hidayat menyampaikan, dasar digelarnya acara amal tersebut untuk menggungah hati masyarakat agar mau menyumbangkan sebagian rejeki untuk dibagikan kepada anak-anak panti asuhan.

“Misi Uma teater ini bersifat sosial, mengajak organisasi sanggar seni di Bima untuk tampil dan menarik pengguna jalan agar mau menumbangkan dana,” katanya.

Adapaun sejumlah rangkaian acara yang dikemas seperti lagu islami, teatrikal monolog dengan kisah dan tauladan nabi, kemudian pembagian takjil gratis. Kemudian hasil sumbangan diserahkan kepada pengurus yayasan Panti Asuhan (PA) Nurul Mubin.

Selain menggelar pentas amal, pihaknya juga menggelar kegiatan bakti sosial berupa pengecatan pagar panti asuhan. Sumber dana dari hasil sumbangan dari berbagai anggota sanggar seni.

“Melalui bakti sosial inipula, kami ingin menyampaikan bahwa dengan keterlibatan semua pihak dalam memberikan bantuan moril maupun materil dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang mampu,” katanya.

Sementara itu Pemerintah Kota Bima melalui Kabid Kebudayaan Dinas Dikbud Kota Bima Taufikurahman menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada perkumpulan sanggar seni, karena mampu menggelar kegiatan aksi sosial kemasyarakatan dengan sukses.

“Semoga kegiatan dan sumbangan yang dikumpulkan dapat meringankan beban masyarakat,” harapnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *