56 Siswa-Siswi SDIT Insan Kamil Diwisuda

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 56 siswa-siswi SDIT Insan Kamil Kota Bima diwisuda, Kamis (23/5) di Convention Hall Paruga Nae. Kegiatan itu dihadiri pejabat Pemkot Bima, Kabid Dikdas Dinas Dikbud Kota Bima dan seluruh orang tua serta wali siswa-siswi.

Suasana wisuda Siswa-Siswi SDIT Insan Kamil. Foto: Hardi

Kepala Sekolah SDIT Insan Kamil Santi Kota Bima Erni Suhaena mengatakan, wisuda kali ini merupakan wisuda yang ke-7 selama berdirinya sekolah ini pada tahun 2007 silam.

“Sekolah ini adalah TK sejak 2003 lalu, setelah banyak permintaan orang tua siswa untuk mendirikan Sekolah  Dasar (SD), kami langsung merencanakan pembangunannya pada tahun 2007 lalu,” jelasnya.

Kata Erni, sekolahnya mengajarkan dan menamkan pendidikan karakter dan sekolah ramah anak memberi yang efek kekeluargaan yang begitu mendalam. Pembelajaran kasih sayang melalui materi akidah akhlak.

“Kita juga perbanyak kegiatan ekstrakurikuler seperti karate, berenang, memanah, desain busana, dan beberapa kegiatan lain yang di dalamnya ditanamkan pendidikan karakter,” ungkapnya.

Ia mengaku sangat bersyukur, selama 8 tahun yakni TK 2 Tahun dan SD 6 Tahun, betul-betul dijadikan komitmen oleh para ustad dan ustadzah untuk mendidik siswa-siswi menjadi orang yang hebat.

“Mereka sudah berada di sekolah zona nyaman, 99 persen kami merasakan mereka telah mendapatkan pendidikan karakter. Yang paling menonjol adalah keakraban dan kekeluargaan dengan sahabat maupun pengasuh,” bebernya.

Erni pun berharap mudah-mudahan para siswa dan siswi dapat mempertahanakan apa yang telah didapatkan di sekolah ini.

“Selamat kepada anak-anakku sekalian, semoga diberi kemudahan dalam menempuh ilmu dan apa yang dicita-citakan bisa tercapai. Tetap jaga silaturahim dengan sekolah ini,” harapnya dengan nada sedih.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *