Lomba Kelurahan Terintegrasi, Jatiwangi Pamer Produk Go Nasional

Kota Bima, Kahaba.- Setelah berkunjung dan menilai di Kelurahan Pane dan Kodo, tim penilaian Lomba Kelurahan Terintegrasi di hari ketiga bertandang di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota, Senin (26/5).

Tim Penilai didampingi Asissten I Setda H Supratman Saat Memantau Lomba Kelurahan Terintegrasi di Kelurahan Jatiwangi. Foto: Ist

Acara yang digelar di halaman kantor kelurahan setempat itu dihadiri Camat Asakota Suryadi, Ketua Tim Penilai Ichwanul Muslimin, Lurah Jatiwangi Muhammad, tokoh masyarakat, serta panitia lomba dari sejumlah OPD.

Lurah Jatiwangi Muhammad saat sambutan menyampaikan, wilayahnya terdiri dari 4 lingkungan yang memiliki sejumlah potensi dan khas masing-masing. Seperti pembuatan batu bata, nyiru, kuda dan petani.

“Perlu diketahui, masyarakat kami merupakan masyarakat yang ulet, kreatif dan telaten dalam menjalani beraktifitas,” ujarnya.

Ia menuturkan, dari sejumlah bidang pekerjaan tersebut. Produksi batu bata, nyiru serta kuda telah menjadi investasi besar di wilayahnya. Sehingga hampir sebagian besar masyarakatnya memiliki aktifitas pekerjaan untuk membantu perekonomian keluarga.

Seperti produksi Nyiru, kini telah go nasional. Karena hasil produksinya selalu dikirim ke sejumlah wilayah di Indonesia. Sedangkan produksi batu bata juga, mampu tembus pasaran di pulau Sumbawa.

“Tentu ini bisa menjadi penilaian tambahan dari dewan juri,” katanya.

Oleh karena itu, kendati persiapan terbilang sederhana. Pihaknya bersama masyarakat berharap kepada panitia agar kelurahannya bisa mewakili Kota Bima dalam ajang lomba yang sama.

Sementara Ketua Tim penilai Ichwanul Muslimin menyampaikan, pelaksanaan lomba mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015, tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan menilai, sejauh mana kemampuan dan perkembangan setiap kelurahan di setiap wilayah. Serta pelaksanaan dan program-program pembangunan pemerintah maupun masyarakat dalam kurun waktu 2 (dua) tahun sebelumnya.

“Poin penilaian ada 3, yaitu pemerintahan, kewilayahan dan bidang kemasyarakatan,” sebutnya.

Mantan Lurah Nae itu menambahkan, apa yang telah ditampilkan Kelurahan Jatiwangi tentu sangat diapresiasi. Itu tercermin dari semangat lurahnya yang luar biasa, bersama masyarakat dalam mempersiapkan diri mengikuti lomba dimaksud.

“Harapan kita tentu sama dengan semua peserta lomba lain, akan dipercayakan menjadi juara. Tapi kami ingin menegaskan, penilaian lomba ini dilakukan secara profesional, berdasarkan kesiapan dari perwakilan setiap kelurahan,” tandasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *