Ponpes Tahfiz Nurul Jihad Cetak Manusia Al Quran dan Islami

Kota Bima, Kahaba.- Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfiz Nurul Jihad Kelurahan Jatiwangi mungkin belum terdengar familiar untuk warga Bima. Tempat pendidikan Islam dan Al Quran di utara Kecamatan Asakota itu memang baru 3 tahun berjalan di tempat yang baru.

Pimpinan Ponpes Tahfiz Nurul Jihad Ilyas. Foto: Bin

Tapi sebelum itu, ponpes tersebut sudah memiliki izin operasional sejak tahun 2005 silam. Karena kendala tempat, proses belajar mengajar pun dilaksanakan di rumah pemiliknya, di BTN Tambana kelurahan setempat.

Kendati belum cukup dikenal oleh orang kebanyakan, tapi Ponpes Tahfiz Nurul Jihad sudah banyak mencetak generasi penghafal Al Quran. Bahkan beberapa kali mewakili daerah untuk berlaga di tingkat Nasional. Sejumlah prestasi pun telah ditoreh.

Pimpinan Ponpes Tahfiz Nurul Jihad Ilyas saat ditemui media ini kemarin menjelaskan, ponpes tersebut didirikan di tempat yang baru sudah 3 tahun berjalan. Tapi izin operasionalnya sudah ada sejak tahun 2005 lalu.

“Karena sudah jadi bangunan di sini, proses belajar mengajar dilaksanakan di tempat yang baru. Sebelumnya, kita laksanakan di rumah,” katanya.

Diakui Ilyas, lahan untuk mendirikan bangunan baru ini merupakan milik pribadi. Proses pembangunannya pun awalnya dilakukan dengan swadaya. Seiring waktu, Pemerintah Kota Bima membarikan bantuan. Untuk bantuan tahun lalu, pihaknya menerima sebanyak Rp 30 juta.

“Motivasi saya mendirikan ponpes ini yakni ingin membina anak – anak khususnya di Kota Bima dan Kabupaten Bima menjadi seorang tahfiz dan penghafal Al Quran,” ujarnya.

Ia mengakui, jumlah santri di Ponpes Tahfiz Nurul Jihad sebanyak 150 orang, 70 putra dan sisanya putrid. Sementara santri yang sudah menghafal Al Quran, hampir semuanya. Ada yang sudah menghafal sebanyak 1 juz, 10 juz dan 12 Juz. Bahkan ada juga yang sudah menghafal 30 Juz saat proses pendidikan dilaksanakan di rumah dulu. Sekarang mantan santri penghafal 30 juz tersbeut sudah menjadi imam Masjid di Qatar.

“Di rumah dulu santri kebanyakan dari Kecamatan Asakota. Sekarang, santri tersebar di Kota Bima, Kabupaten Bima bahkan di Kabupaten Dompu,” ungkapnya.

Ilyas juga membeberkan sejumlah prestasi yang telah diraih santrinya di kacah nasional. Pada tahun 2016 MTQ tingkat Nasional di Mataram, 1 Juz tilawah mendapat juara 3. Tahun 2017 STQ tingkat nasional di Kalimantan Utara, dapat juara 3 untuk 5 juz tilawah. Kemudian tahun ini, 2 orang mewakili NTB ke tingkat Nasional bulan Juli.

Saat ini sambung Ilyas, pihaknya tengah fokus untuk mempercepat proses pembangunan sejumlah lokal ruangan untuk belajar. Karena hingga saat ini, baru 3 lokal ruangan yang bisa dimanfaatkan untuk belajar dan mondok. Sementara untuk 2 lokal ruangan saat ini masih dalam tahap pembangunan.

“Yang sekitar 50 orang santri MTs dan itu wajib,” tuturnya.

Dia berharap, dengan adanya Ponpes Tahfiz Nurul Jihad, semoga generasi daerah mendatang menjadi manusia yang Quraini dan pribadi yang berakhlak mulia, memiliki karakter yang Islami.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *