Gelapkan Kendaraan Dinas, FR Mengaku Khilaf dan Minta Maaf

Kota Bima, Kahaba.- FR, tenaga honorer di Lingkup Dinas Dikbud Kota Bima yang diduga menggelapkan kendaraan dinas dan membuat laporan kehilangan palsu, mengaku khilaf dan meminta maaf kepada Pemerintah Kota Bima atas tindakan yang telah dilakukannya. (Baca. Diduga Gelapkan Motor Dinas, Honorer dan Pensiunan ASN Diamankan)

Tenaga Honorer yang gelapkan motor dinas saat diamankan. Foto: Ist

FR menyampaikan permohonan maaf didampingi suami beserta keluarganya, Selasa (11/6). Ucapan yang sama juga juga telah disampaikan ke pihak kepolisian. (Baca. Honorer Terlibat Kasus Gelapkan Motor Dinas, Dikbud Serahkan ke Kepolisian)

“Saya mengaku khilaf dan tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar hukum lagi,” ucapnya.

FR menceritakan, awal membuat laporan palsu tersebut atas permintaan HM, selaku pimpinannya di UPT Dikbud Rasanae Timur. Hanya saja, dirinya tidak kuasa menolak karena yang bersangkutan pimpinan saat itu.

Padahal setelah laporan itu disampaikan kepada pihak kepolisian, dirinya juga disuruh untuk membuat laporan yang sama pada Pemerintah Kota Bima melalui bagian aset.

“Selama laporan palsu dibuat sampai saat ini, saya justeru merasa ditipu dan dimanfaatkan. Karena sama sekali tidak pernah memegang kendaraan dinas itu,” ungkapnya.

Karena sudah melakukan kesalahan, dia bersama suami dan keluarganya sekali lagi meminta kepada pihak kepolisian dan juga Pemerintah Kota Bima, agar diupayakan musyawarah damai. Kemudian laporan penggelapan aset itu dapat dicabut di pihak kepolisian.

Karena yang melapor masalah ini ke polisi adalah Pemerintah Kota Bima, maka dirinya bersama pihak keluarga berusaha berbicara secara kekeluargaan dan bersurat secara resmi. Agar mau mencabut laporan di polisi.

“Alhamdulilah bagian aset sudah merespon positif. Kabid Aset beserta jajaran berencana dalam waktu dekat akan mendatangi polisi untuk mencabut laporan. Semoga semuanya lancar,” harapnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *