Polisi Didesak Usut Pengeroyokan Terduga Pelaku Curanmor, Keluarga: UN Bukan Maling

Kota Bima, Kahaba.- Pihak keluarga UN, terduga pelaku curanmor yang dimassa dan motornya di Bakar di Kelurahan Penanae Kecamatan Raba kemarin, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut. Pasalnya, UN bukan pelaku curanmor seperti yang dituduhkan. (Baca. Diduga Curanmor, Pria Ini Dihajar Hingga Masuk IGD)

Keluarga UN, Awaluddin Deo. Foto: Ist

Awaluddin Deo, mewakili pihak keluarga UN mengatakan, cerita yang sebenarnya yakni bahwa saat itu saudaranya tersebut ditelpon kawannya yang berlokasi di Kota Bima. Kemudian UN datang sendiri menggunakan sepeda motor ke Kelurahan Penanae.

“Entah bagaimana dituduh maling, kita juga heran. UN itu bukan maling. Bagaimana ceritanya bisa curi motor kalau sendiri,” tegasnya, Jumat siang (14/6).

Menurut Awaluddin, dalam hidupnya UN tidak pernah tersandung kasus pencurian. Sesungguhnya juga yang bersangkutan orang yang berada. Punya bengkel sendiri di Desa Monta Kecamatan Monta, kemudian saudaranya juga orang berada dan memiliki bengkel di Desa Rabakodo.

“Adiknya UN juga punya usaha besar di Mataram dan punya puluhan karyawan. Intinya saudara saya itu keturunan orang berada. Jadi agak lucu dituduh maling,” katanya.

Waktu kejadian pengeroyokan itu ungkap pria yang juga Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Korwil NTB tersebut, UN kehilangan uang puluhan juta rupiah dan kalung emas. Tidak hanya itu, motor yang dikendarainya juga dibakar.

“Saya yakin saudara saya ini bukan curanmor, karena saya tahu rekam jejaknya, dari dulu saya bergaul dengannya. Tidak ada cerita soal mencuri, buat apa mencuri, orang punya uang sendiri,” ucapnya.

Terhadap ketidakadilan yang dialami suadaranya tersebut, Awaluddin ingin meluruskan, agar tidak dibiasakan oleh warga lain, lalu main hakim sendiri. Padahal, yang dimassa itu belum tentu pelaku curanmor.

Untuk itu, pihaknya mendesak Kapolres Bima Kota agar segera dalami dan ungkap kasus ini, apa yang sebenarnya terjadi, jangan sampai membias.

“Menurut kami ini tidak jelas, dan ini murni pengeroyokan,” terang pria Alumni HMI Cabang Mataram itu.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *