Sambut Hari Bhayangkara, Polres Bima Kerja Bakti di Gereja KII Tolonggeru

Kabupaten Bima, Kahaba.-  Menyambut Hari Bhayangkara ke-73, personil Polres Bima menggelar kerja bakti religi bersama 25 jamaat umat kriatiani Gereja Kemah Injil Indonesia Tolonggeru Desa Monggo Kecamatan Madapangga, Minggu (16/6).

Kerja Bakti Sambut jajaran Polres Bima di Gereja KII Tolonggeru. Foto: Ist

Pada kegiatan bakti religi tersebut polisi melakukan survei dengan membersihkan gereja baik di bagian dalam dan bagian luar serta membabat semak-semak yang berada di sekitar gereja.

Pada kesempatan tersebut Kasat Intel Kam Itu Arief Hamid mewakili Kapolres Bima menyerahkan bantuan berupa 10 sak semen yang  diterima oleh Pendeta Gabriel.

“Saya berharap kepada seluruh jamaah dan masyarakat agar sama-sama menjaga situasi kamtibmas menjelang pengumuman resmi dari MK pemenang Pilpres,” harapnya.

Ia juga mengajak agar jamaah dan masyarakat tetap menjalin silaturahmi antara sesama tanpa  membedakan agama, dan tetap menjaga sikap toleransi. Dengan begitu daerah akan aman dan terkendali.

Kemudian, setelah Pemilu perbedaan pilihan sudah tidak harus diperuncing. Kembali bersatu dan bahu membahu menjaga keamanan dan keutuhan NKRI.

“Dan terakhir mari kira sama-sama berantas penyakit sosial seperti narkoba dan sebagainya,” imbaunya.

Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia Gabriel menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas bantuan yang diberikan Polres Bima. Selain itu, ia juga mengapresiasi niat baik dan upaya Polres Bima menggelar kerja bakti di gereja setempat.

“Sampai saat ini kondisi kami di sini baik-baik saja dan aman,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan akan selalu berkoordinasi dengan polisi jika ada hal-hal yang memicu terjadinya instabilitas di desa setempat. Terutama tentang penyakit sosial seperti narkoba dan sejenisnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *