ASN Ini Bantah Aniaya Istri Karena Selingkuh

Kota Bima, Kahaba.- Purwanto, guru di SDN Inpres Mpuri ini membantah jika dirinya menganiaya istri karena selingkuh. Laporan yang disampaikan istrinya di polisi tersebut, tidak benar adanya. (Baca. Kepergok Selingkuh, Oknum ASN Aniaya Istri)

Ilustrasi

Kepada media ini Purwanto menceritakan duduk persoalan hingga ia menampar istrinya tersebut. Waktu itu, dirinya ke rumah Anwar, pengawas dan juga selaku atasannya di Desa Rade. Tidak berselang lama, karena sudah memasuki waktu magrib dan hendak pulang ke rumah, dirinya ke kios terdekat ingin membeli rokok.

“Usai dari kios saya kembali ke rumah Pak Anwar, karena motor saja juga masih di situ. Kemudian diberitahu istri Pak Anwar, kalau istri saya barusan datang mencari,” ujarnya, Minggu (16/6).

Saat keluar dari rumah Anwar sambungnya, Purwanto bertemu istrinya di jalan raya. Kemudian meminta baik – baik agar pulang ke rumah. Namun, permintaannya tidak dituruti oleh istri dan memaksa untuk pergi lagi ke rumah Anwar.

“Istri saya mau kembali ke rumah Pak Anwar karena ingin melihat SH, orang yang disangkakan selingkuh dengan saya,” katanya.

Karena memaksakan kehendak, akhirnya Purwanto mengantar istrinya ke rumah yang dituju. Hanya saja, saat tiba di rumah tersebut, istrinya justru berteriak dan memanggil warga. Karena heboh, warga pun datang dan hendak mengeroyoknya. Tapi ia bisa memberikan penjelasan kepada warga.

“Saya hampir mati karena mau dikeroyok warga. Untung warga bisa memahami. Bahkan saat itu juga, saya dan Pak Anwar menyuruh istri saya agar mencari SH itu di rumah tersebut. Dan memang tidak ada,” terangnya.

Ia mengaku, istrinya tersebut masih menyimpan rasa cemburu terhadap SH. Pasalnya SH merupakan mantan istri sirihnya. Padahal, Purwanto mengakui jika dia sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan SH.

“SH itu bukan datang ke rumah Pak Anwar, tapi ke ke rumah tukang jahit, yang tidak jauh dari rumah Pak Anwar,” ungkapnya.

Dari masalah itu, ia mengakui memang telah menampar istrinya. Tapi itu dilakukan bukan karena dirinya selingkuh dengan SH. Namun, kesal karena istrinya yang menuduh dirinya selingkuh dan tidak mendengarkan suruhannya untuk pulang ke rumah.

“Saya suruh dia berkali kali agar pulang, tidak saya dituduh yang tidak – tidak. Saya emosi lalu menamparnya,” ucap Purwanto.

Karena masalah ini sudah dilapor ke Polsek Madapangga, ia pun sudah memenuhi panggilan polisi dan memberikan keterangan. Besok saksi – saksi darinya juga akan dipanggil untuk memberikan keterangan.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *