Lahir Tanpa Anus, Bayi di Desa Bre Butuh Biaya Operasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Irwan dan Mariamah harus mengurungkan niat mereka untuk bisa membawa buah hati tercinta berobat ke RSU Mataram atau Bali. Pasalnya, butuh biaya yang tak sedikit, untuk bisa menyembuhkan Yuni Wulandari, anak mereka yang lahir tanpa anus.

Yuni, bocah yang lahir tanpa anus. Foto: Ist

Bayi perempuan yang berusia 8 bulan asal Desa Bre Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima itu lahir tidak normal. Yuni sudah dioperasi di RSUD Bima beberapa waktu lalu, dan dibuat stoma atau pelubangan sementara samping kiri perut untuk membuang kotoran.

Kendati sudah dioperasi, bukan berarti dinyatakan sembuh. Oleh petugas medis kemudian menyarankan agar bisa dioperasi lanjut di RSU Mataram atau RSU Denpasar Bali.

Tentu saja, agar bisa mengantarkan Yuni ke Mataram atau Bali, orang tua kesulitan biaya. Keluarga miskin ini tak punya uang yang tak sedikit, karena untuk kebutuhan sehari-hari saja masih belum tercukupi.

“Jangankan membawanya ke Mataram atau Bali, untuk kantong stoma saja tidak mampu dibeli. Kadang, kantong stoma kami gunakan plastik gula,” ungkap keluarga Yuni, Sufana, kemarin.

Penggunaan plastik pengganti kantong stoma, membuat kondisi Yuni semakin memburuk. Pelubangan yang dioperasi akan terus basah, karena setiap pembuangan kotoran harus diganti.

“Beda dengan kantong stoma, bisa dipakai digunakan hingga 10 kali pembuangan kotoran,” tuturnya.

Untuk itu, Yuni harus dilakukan operasi. Karena tidak memiliki biaya, pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan pemerintah dan para dermawan untuk kesembuhan bocah mungil tersebut.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *