Permintaan SDM Pramuwisata Tinggi di NTB, STIPAR Soromandi Bima Terima Mahasiswa Baru Lebih Banyak

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tidak ingin kehilangan momentum dalam menyambut Roadmaps Pariwisata Dunia dan Nasional yang saat ini sedang digenjot di NTB. Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi Bima terus melakukan sosialisasi, dalam rangka menarik minat para calon mahasiswa baru.

Brosur pendaftaran penerimaan mahasiswa baru STIPAR Soromandi Bima. Foto: Ist

Angkatan pertama STIPAR Soromandi saat ini berjumlah 40 orang mahasiswa, dan sebentar lagi akan memasuki semester III. Pada tahun ini, STIPAR akan menerima mahasiswa baru lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Ini dilakukan dalam rangka menyiapkan SDM yang handal dan profesional dalam dunia kepariwisataan. Mengingat SDM Profesional sedang diincar oleh banyak jasa penyedia layanan pariwisata seperti perhotelan, Travel and Agency, Guide and Tour, dan lainnya.

Ketua STIPAR Soromandi Bima Nur Jumriatun

Ketua STIPAR Soromandi Bima Nur Jumriatun. Foto: Ist

Nisah mengatakan, sudah banyak lembaga kemitraan yang terus menghubungi STIPAR Soromandi Bima terkait kesiapan SDM alumnus. Tahun ini saja, pihaknya berencana menerima lebih kurang 100 calon mahasiswa baru untuk memenuhi permintaan Lembaga dan Perusahaan Penyedia Jasa Kepariwisataan.

“Menyambut itu, gedung STIPAR Soromandi Bima yang sedang kami bangun, insyaallah akan mulai ditempati akhir tahun 2019 ini,” ungkapnya melalui siaran pers yang disampaikan ke media ini, Minggu (23/6).

Menurut Nur, untuk saat ini banyak tenaga Pengajar (Dosen) baik tenaga pengajar profesi maupun tenaga pengajar akademisi yang didatangkan dari luar daerah.

“Untuk mendukung pendidikan dunia pariwisata, sementara ini kami datangkan tenaga pengajar yang bergelar Magister Pariwisata dari luar daerah, karena minimnya tenaga akademis kepariwisataan di Bima dan Dompu”, ujar wanita alumni magister manajemen STIE Amkop Makassar tahun 2017 itu.

Jika generasi muda Bima dan Dompu ingin cepat terserap dilapangan pekerjaan, tidak ada salahnya para orang tua mengarahkan anaknya untuk kuliah dan mendapatkan ilmu tentang kepariwisataan di STIPAR Soromandi Bima. Dengan pertimbangan bahwa arah pengembangan dan pembangunan NTB dalam 10 kedepan adalah Industria Kepariwisataan.

Hal ini bisa dilihat dari Pembangunan dan Pengembangan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporate) Mandalika, Proyek Global Hub Kayangan di Lombok Utara, Pengembangan Kawasan SAMOTA (Teluk Saleh – Moyo – Tambora), Pengembangan Kawasan LA SAKOSA (Lambu – Sape – Komodo – Sangiang), penetapan Kawasan Teluk Bima sebagai Kawasan Strategi Propinsi (KSP), Penetapan Rinjani dan Tambora sebagai Kawasan Biosfer Dunia yang pengelolaannya menjadi Tanggungjawab Dunia.

Di samping itu, pada era Gubernur NTB Zulkiflimansyah dan Rohmi ini, Dunia Kepariwisataan digenjot maksimal diwilayah Pulau Sumbawa. Demikian juga dengan Pemerintah Kabupaten Bima, pengembangan Kawasan Pariwisata menjadi Program Prioritas Strategis.

Dengan demikian, penyerapan tenaga kerja yang paling cepat dan diminati dalam beberapa tahun yang akan datang di NTB adalah Pramuwisata dan penyedia jasa kepariwisataan seperti Travel Agency, Guide and Tour, Ekonomi Kreatif dan lainnya. Dan semua itu hanya bisa didapatkan dari Dunia Perguruan Tinggi Pariwisata seperti STIPAR Soromandi, Akpar, maupun Poltekpar.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Mursalim Sarujin

    Saya senang mendengar berita sudah ada sekolah tinggi pariwisata di kabupaten Bima. Semoga bisa berkiprah lebih banyak utk kemajuan pariwisata bima, pulau sumbawa dan indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *