Tim KARS Akreditasi RSUD Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Hari ini Senin (24/6) RSUD Kota Bima disurvei akreditasi SNARS edisi 1 oleh tim surveyor dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari.

Penerimaan Tim KARS oleh Wakil Walikota Bima bersama jajaran RSUD Kota Bima. Foto: Ist

Direktur RSUD Kota Bima Muhammad Natsir menjelaskan, kegiatan ini diawali dengan pembukaan yang dihadiri Wakil Walikota Bima dan sejumlah pejabat lingkup Pemkot Bima. Kemudian dilakukan presentase oleh direktur, tentang hasil selama ini yang sudah dilakukan. Kemudian dilanjutkan penilaian, dokumen, regulasi, wawancara kemudian turun ke lapangan.

“Diharapkan dari akreditasi ini, pada akhirnya pasien merasa nyaman dan pekerja di RSUD Kota Bima juga merasa nyaman selama menjalankan tugas,” katanya.

Diakui Natsir, akreditasi ini akan menilai tentang mutu pelayanan, hak dan keselamatan pasien, sarana dan prasarana. Kemudian semua hal apakah benar benar mematuhi aturan yang ditetapkan.

Kemudian dilanjutkan dengan wawancara pemilik rumah sakit yakni Pemerintah Kota Bima seperti Walikota, Wakil Walikota Bimaatau sekda terkait bentuk komitmen pemerintah terhadap rumah sakit tersebut.

“Penilaian di semua aspek. Bahkan tugas – tugas security juga akan dinilai,” katanya.

Setelah selesai dilakukan penilaian, pihaknya menunggu hasil. Tentu saja nanti, ada rekomendasi yang akan disampaikan oleh KARS. Sekitar satu pekan lebih, akan ada hasil penilaian tersebut.

Kalau sudah terakreditasi sambungnya, yang jelas sejumlah kekurangan juga akan terus diperbaiki. Karena penilaian seperti ini akan terus dilakukan kembali, apakah ada perubahan atau tidak.

“Hasil penilaiannya nanti tergantung dari KARS, apakah memberikan penilaian akreditasi dasar atau atau akreditasi di atasnya,” terangnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *