Setelah Dinilai KARS, RSUD Kota Bima Raih Akreditasi Dasar

Kota Bima, Kahaba.- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima mendapat akreditasi bintang dua dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Akreditasi dasar ini menjadi pengakuan terhadap pelayanan rumah sakit secara nasional.

Foto bersama Walikota Bima bersama jajaran KARS dan Direktur RSUD Kota Bima. Foto: Ist

Direktur Rumah Sakit Kota Bima M Natsir menjelaskan, RSUD Kota Bima mendapat akreditasi dasar atau bintang dua berdasarkan hasil penilaian tim surveyor dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Penilaian oleh Tim surveyor telah dilaksanakan pada 23 Juni hingga 25 Juni 2019 yang lalu.

“Meski baru mendapat akreditasi dasar, Pemerintah Kota Bima bersama Dinas Kesehatan Kota Bima dan jajaran Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bima berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan sehingga nantinya bisa meningkatkan status akreditasi hingga mencapai akreditasi 5 bintang atau paripurna,” ujarnya.

Diakui Natsir, akreditasi ini menjadi pengakuan secara nasional berdasarkan standar – standar pelayanan di RS. Dalam penilaian oleh tim surveyor, ada beberapa pokja yang dinilai dan masing – masing pokja ada kriterianya. Tapi yang menjadi penilaian prioritas tim yaitu tentang pelayanan terhadap hak dan kewajiban pasien.

Akreditasi ini juga sangat penting bagi RS dalam memberikan pelayanan. Selain untuk mengetahui kapasitas diri, standar ini menjadi syarat bagi RS bekerjasama dengan BPJS. Bila RSUD belum terakreditasi hingga Juni 2019, tidak bisa lagi melayani pasien, dan BPJS tidak mau membayar pasien yang berobat menggunakan JKN atau Jamkesmas.

“Kita berkomitmen untuk mendapatkan akreditasi 5 bintang atau paripurna. Kita akan terus benahi kekurangan yang ada untuk perbaikan layanan ke depan. RSUD Kota Bima juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang maskimal kepada masyarakat,” tegas Natsir.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *