Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme Bahayakan Generasi, Polres Beri Penyuluhan di Rabangodu Utara

Kota Bima, Kahaba.- Jajaran Polres Bima Kota menggelar kegiatan Silahturahmi Kamtibmas Guna Menangkal Penyebaran Paham Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat. Kegiatan dengan tema “Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyyah, Mari Kita Bersama-Sama Menolak Segala Bentuk Kekerasan, Penyebaran Hoax, Paham Radikal Serta Aksi Terorisme dilaksanakan di Kantor Kelurahan Rabangodu Utara, Kamis sore (4/7).

Silahturahmi Kamtibmas Guna Menangkal Penyebaran Paham Radikal dan Terorisme di Kantor Kelurahan Rabangodu Utara. Foto: Bin

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Polres Bima Kota, Lurah Rabangodu Utara, Narasumber Ustadz Sudirman, tokoh masyarakat, pemuda dan wanita kelurahan setempat.

Lurah Rabangodu Utara Nurdin saat sambutan singkat menyampaikan ucapan terimakasih kepada jajaran kepolisian karena memilih kelurahan dimaksud untuk kegiatan tersebut. Menurutnya, ini penting dilakukan sebagai penangkal awal menyebarnya paham yang dilarang agama dan negara itu.

“Ini penghormatan bagi kami warga Rabangodu Utara. Untuk itu, saya mengajak peserta yang hadir untuk mendukung dan menolak penyebaran paham radikal di tengah-tengah masyarakat,” ajaknya.

Di tempat yang sama, Kasat Binmas Polres Bima Kota AKB M Yamin menjelaskan, kenapa pertemuan ini digelar di Kelurahan Rabangodu Utara, karena keberadaan paham radikal ini bukan karena persoalan ada dan tidak adanya di kelurahan tersebut. Tapi yang utama yakni memberikan pemahaman terlebih dahulu, agar generasi tidak terjerumus dengan paham radikalisme dan terorisme.

“Oknum yang masuk pada paham ini sangat pintar mengajak dan memberi doktrin untuk anak anak kita. Maka pencegahan ini sangat penting untuk disampaikan,” katanya.

Ia pun mengajak kepada warga yang hadir untuk memandang dan melihat, begitu besar peluang pemahaman tersebut merasuk ke para generasi muda. Jika tidak diantisipasi secara dini, maka penyebarannya akan semakin membahayakan.

“Untuk itu, kami dari Polres hadir untuk memberikan penyuluhan, agar bisa menangkal penyebaran radikalisme ini,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber Ustadz Sudirman menguraikan, radikalisme dan teroris dalam sudut pandang agama dan negara sangat dilarang. Namun demikian, istilah dan tindakan ini pun begitu populer dan semakin mengkhawatirkan. Apalagi didukung oleh media dan tekhnologi, paham ini pun menyebar luar dan mendunia.

“Paham ini dilarang agama dan negara, karena berdampak berbahaya. Ideologi ini, Kalau tidak dibunuh, membunuh. Kita melihat fakta fakta itu,” ungkapnya.

Dalam konteks hukum negara, jelas melanggar hukum. Pembunuh pun akan dihukum.
Dalam konteks Agama Islam pun, jangankan membunuh, fitnah dan menyakiti saja tidak diperbolehkan. Karena berbicara bunuh membunuh, semua yang bernyawa itu pasti mati. Hanya saja, kematian itu bukan pilihan untuk membunuh dan dibunuh, tapi hak mutlak Allah SWT.

“Nah, terorisme yang dalam prakteknya ini kerap membunuh orang tak bersalah, telah merampas hak Allah SWT. Tentu saja, ajaran ini tidak dibenarkan,” tuturnya.

Dari keberadaan terorisme ini, acapkali sering dikaitkan dengan Islam. Lantas pada siapa saja yang akan menjaga semua ini, tentu dari umat Islam sendiri. Maka, silahturahmi dan penyuluhan ini penting dilakukan, sebagai bentuk pencegahan awal untuk menyelamatkan generasi mendatang.

“Ini masalah peradaban manusia. Jika bukan kita yang melakukan pencegahan awal, maka paham ini akan menyebar dan membahayakan peradaban,” tegasnya.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *