oleh

Atraksi Budaya Ditampilkan Saat Pawai Budaya Hari Jadi Bima ke-379

-Kabar Bima-29 kali dibaca

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan atraksi budaya Bima ditampilkan pada acara pawai budaya memperingati Hari Jadi Bima yang ke-379, Kamis (4/6) di depan kantor Bupati Bima

Atraksi budaya saat pawai budaya hari jadi Bima ke-379. Foto: Yadien

Atraksi budaya yang ditampilkan beragam. Di antaranya antraksi ntumbu tuta, buja kadanda, gantao, mpa,a pedang, tarian dan bahkan biola tradisional.

Pantauan langsung media ini, peserta yang hadir dari seluruh pelosok desa dan kecamatan di Kabupaten Bima tersebut menonjolkan ciri dan has masing-masing. Baik dari segi busana, hiasan kendaraan hingga antraksi budaya.

Kecamatan yang banyak menampilkan antraksi budaya yakni Kecamatan Wawo, Woha, Belo dan sejumlah kecamatan yang lain.

Semua peserta rata-rata memainkan antraksi budaya tersebut ketika telah sampai di depan panggung kehormatan yang ditempati oleh Bupat Bima, Wakil Bupati Bima, Ketua DPRD dan sejumlah pejabat teras Pemerintah Daerah Kabupaten Bima yang lain.

Antraksi-antraksi budaya tersebut berhasil menyedot perhatian masyarakat dan penonton, bahkan tidak sedikit dari penonton yang mendokumentasikanya seperti foto dan video.

Salah satu penonton Syaifullah mengaku senang bisa menyaksikan langsung antraksi budaya yang menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Bima tersebut. Antraksi yang dipertontonkanpun beragam, ada yang mengundang tawa dan ada juga yang terlihat sadis.

“Salah satu yang sadis menurut saya itu mpa,a pedang dan buja kadanda,” ujarnya.

Kata dia, antraksi-antraksi seperti itu sudah jarang dilakukan pada hari-hari biasa. Kecuali ada festival budaya atau kegiatan yang serupa seperti saat ini. Karena itu ia bersyukur dengan momentum Hari Jadi Bima tersebut masyarakat bisa mendapatkan tontonan antraksi yang luar biasa.

“Itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Harus yang professional. Kalau tidak ya bisa celaka,” katanya.

Ia berharap, ke depan pemerintah bisa mencanangkan program yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan kesenian dan antraksi budaya tersebut. Seperti mengadakan pelatihan kepada anak-anak muda sehingga terjadi regenerasi pelestari budaya.

“Intinya, semoga kekayaan budaya kita ini tidak hilang. Maka perlu dilestarikan dan regenerasi,” harapnya.

*Kahaba-10

Komentar

Kabar Terbaru