Ikut Smart City Tour, Wawali Bima Kunjungi PIP Semarang 

Kota Semarang, Kahaba.- Memanfaatkan rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apeksi ke-XIV di Kota Semarang Jawa Tengah, Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan menyempatkan diri untuk mengunjungi kantor Walikota Semarang dan melihat langsung aktifitas pemerintahan di daerah setempat.

Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan bersama kepala daerah lain saat mendengarkan penjelasan tentang sistem informasi pelayanan publik Kota Semarang. Foto: Eric

Dari kunjungan tersebut, Wakil Walikota Bima melihat secara langsung aktivitas di Pemerintah Kota Semarang dan mengunjungi kantor Pelayanan Informasi Publik (PIP). Dari lokasi tersebut tersedia informasi seperti Pusat Pengelolaan Pengaduan Masyarakat (P3M) dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), juga terdapat ruang pusat informasi (Comand Center) yang berisi seluruh data informasi setiap aktifitas.

“Seluruh aktifitas pemerintahan, OPD, masyarakat hingga lalu lintas terpantau seluruhnya oleh ratusan CCTV yang telah terpasang,” ujar Kabid Diskominfo Kota Semarang Arif Budiman, Jumat (5/7).

Arif menjelaskan, selain itu untuk memudahkan masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian ataupun keluhan, pihaknya telah memiliki layanan panggilan darurat (Call Center) 112, yang selalu siap 24 jam menerima laporan.

“Setiap laporan yang diterima, akan diproses sesuai prosedur. Artinya laporan akan di proses, berdasarkan informasi yang disampaikan,” katanya.

Menurut Arif, biaya untuk membangun seluruh infrastruktur tersebut menelan biaya sekitar Rp 6 Miliar. Mulai dari segi bangunan, alat kelengkapan sistem hingga jaringan komunikasi.

Sementara itu Wakil Walikota Bima Feri Sofiyan mengakui, apa yang telah dikembangkan di Kota Semarang juga telah menjadi rencana awal Kota Bima, hanya saja ada beberapa kendala teknis.

Menurut Feri, wacana Smart City ini sebenarnya sudah menjadi pembahasan di Kota Bima pada tahun 2004 lalu, dengan menerapkan sistem E-Goverment yang telah dilakukan di Kota Bima. Hanya saja pemahaman ini belum bisa ditindaklanjuti, karena persepsinya masih beragam

“Karena dulu masih belum terarah dalam penerapannya. Tapi kini, Pemerintah Kota Bima siap mewujudkan Smart City,” tukasnya.

Untuk mewujudkan Smart City menurutnya, harus didukung oleh beberapa faktor penting. Seperti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), administrasi, teknis baru kemudian merencanakan membangun sistem.

“Dana sebesar Rp 6 miliar saya rasa bisa kita datangkan untuk membangun pusat informasi ini, namun yang paling utama dulu kita harus menyiapkan SDM, agar siap dipakai jika sistem telah terbentuk,” imbuhnya.

Feri menambahkan, setiap tahun sebuah daerah pasti ingin terus maju dan berkembang. Karena dengan lompatan kemajuan ilmu dan tekhologi sudah tidak bisa dihindari.

“Artinya Smart City ini bukan hanya wacana saja, tapi harus kita wujudkan dan sebuah keharusan,” tegasnya.

*Kahaba-04

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *