26 Orang Warga Tambe Keracunan Gadung

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sebanyak 26 orang warga RT 11 Dusun Kamboja Desa Tambe Kecamatan Bolo keracunan setelah mengonsumsi gadung, Senin (8/7).

Salah satu warga Desa Tambe yang keracunan gadung saat dirawat di Puskesmas Bolo. Foto: Yadien

Warga Desa setempat Jumratun Rahman mengatakan, puluhan warga yang keracunan tersebut sebelumnya ada yang makan gadung sore tadi. Tidak lama berselang puluhan orang tersebut merasa pusing dan mual-mual.

“Mereka makan gadung yang dijual oleh warga setempat juga,” ujarnya.

Kata dia, karena ingin mencicipi rasa gadung yang dijual, warga yang sedang ngumpul-ngumpul kemudian memakannya beramai-ramai. Akibatnya puluhan warga tersebut keracunan.

“Seperti biasa karena baru melihat lagi gadung, semua mencicipi,” katanya.

Ia menyebutkan, adapun 26 orang warga tersebut antara lain yakni Hj. Sarafiah, Sakinah, Ridwan, Siti Rahma, Faridah, Aminah M. Ali, Endang Suherman, Kiflin, Hasanah, Siti Rahma M. Sidik, Fitri Mustian, Nurhayati H. Mustamin, Ridwan Manan, Muntiani M. SIdik, Radiman, Arina M. Nor, Safrin Amen, Sadam Husen, Indra Wijaya, Rohani Gunawan, Eka Hasan, Siti Aisyah Ismail, Misnah, dan Martianingsih.

“Selain itu ada juga anak-anak yang keracunan tadi,” sebutnya.

Ia membeberkan, 4 orang di antara puluhan warga tersebut telah dilarikan ke Puskesmas Bolo karena dianggap sangat parah. Sementara puluhan warga yang lain diobati di rumah menggunakan air kelapa dan buah asam.

“Sebagianya sedang dirawat di rumah dulu. Kalau tidak tertawar dengan cara ini mereka ke puskesmas nanti,” bebernya.

Kepala Puskesmas Bolo Nurjanah membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, ada 4 orang warga Desa Tambe yang masuk IGD puskesmas setempat karena keracunan gadung. 4 orang tersebut telah ditangani secara medis dan bahkan sudah diterapi di puskesmas.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *