Posting Foto Mesra di Facebook, Pasangan Gay di Bolo Dikecam

Kabupaten Bima, Kahaba.- Posing foto mesra di Facebook dengan akun Syahrini Cetar, pasangan gay di Kecamatan Bolo mendapat kecaman dari banyak pihak, termasuk Komunitas Gerakan Anti Maksiat (Gamis).

Unggahan Foto Pasangan Gay di FB. Foto: Ist

Foto dengan adegan tidak senonoh tersebut diposting oleh akun Syahrini Cetar pada tanggal 13 Juli kemarin. Tidak lama setelahnya, sejumlah tokoh mengecam tindakan tersebut, bahkan ada yang mengadakan mimbar bebas sebagai aksi protes.

Ketua Gamis Kecamatan Bolo Ustadz Imanuddin mengatakan, pihaknya mengecam keras tindakan  yang dilakukan oleh pasangan gay yang diketahui beralamat di Desa Rasabou Kecamatan Bolo. Pasalnya, tindakan mengunggah foto adegan tidak senonoh di facebook dianggap tidak pantas dan akan mempengaruhi psikologi dan moralitas umat dan generasi.

“Dia posting foto adegan tidak senonoh dengan sesama jenisnya. Itu tentu tidak layak dikonsumsi publik,” tegasnya.

Kata dia, tindakan yang dilakukan oleh pasangan gay tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena dikhawatirkan akan mempengaruhi spsikologi masyarakat bahwa tindakan serupa adalah hal yang wajar dan bisa dilakukan.

“Kalau sudah dianggap wajar, maka kehancuran akhlak generasi sudah di depan mata,” katanya.

Ia membeberkan, belakangan ini jumlah populasi LGBT di kecamatan setempat semakin meningkat,  bahkan sering berbuat onar dan mengganggu instabilitas. Sebagian dari mereka ada berkedok buka pangkas rambut, namun juga menjadi tempat bermaksiat dan mesum, transaksi barang haram dan sebagainya.

“Ini tidak bisa dibiarkan, kita semua harus bergerak untuk menegur dan mengingatkan. Kalau tidak, kita semua akan diajab Allah,” ungkapnya.

Imanudin menegaskan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan sejumlah organisasi dakwah untuk menyikapi hal tersebut. Bahka dia berencana dalam waktu dekat akan mengelar mimbar bebas sebagai bentuk protes.

“Ormas Islam tidak boleh tinggal diam terkait masalah ini, yang dibutuhkan adalah melakukan gerakan sosial, sebagai upaya menekan jumlah populasi LGBT di kecamatan Bolo,” tegasnya.

*Kahaba-10

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *