STISIP Lepas 371 Mahasiswa KKN

Kota Bima, Kahaba.- Sekolah Tinggi Ilmu Sisial dan Ilmu Politik (STISIP) Mbojo Bima melepas 371 mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Minggu (14/7). Mahasiswa angkatan ke-32 tersebut akan mengikuti KKN disejumlah kelurahan dan desa di Kota, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Pembekalan mahasiswa STISIP Mbojo Bima sebelum dilepas untuk mengikuti KKN. Foto: Ist

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) STISIP Mbojo Bima Tauhid menyampaikan, mahasiswa yang mengikuti KKN merupakan mahasiswa dari jurusan Komunikasi sebanyak 37 orang dan jurusan administrasi sebanyak 334 orang. Mereka akan melaksanakan KKN di 8 kelurahan di Kota Bima, 10 Desa di Kabupaten Bima dan 1 Desa di Kabupaten Dompu.

“Setelah diberikan pembekalan, para mahasiswa resmi dilepas kemarin untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata di tengah masyarakat,” ujarnya, Senin (15/7).

Tauhid menyebutkan, di Kota Bima mahasiswa akan KKN di Kelurahan Dara, Ule, Matakando, Santi, Ntobo, Rontu, Rabadompu Timur dan Kelurahan Kolo. Di Kabupaten Bima di Desa Timu, Darusalam, Lewintana, Laju, Ncera, Cenggu, Belo, Desa Jia, Parangina, Sumi dan Desa Sangga yang ada di Kecamatan Lambu. Sedangkan di Dompu, mahasiswa melaksanakan KKN di Desa Dore Barat.

“Masng-masing kelompok kita bagi sebanyak 17 orang mahasiswa dan mahasiswi,” sebutnya.

Atas nama Civitas akademika, Tauhid berharap mahasiswa KKN bis amemberikan kesan yang baik pada masyarakat. Gunakan kemampuan yang dimiliki untuk membantu menjalankan program yang ada di tiap desa atau kelurahan.

Mahasiswa juga diminta untuk menghindari aktivitas negatif saat bearda di lokasi KKN. Mahasiswa harus menjadi panutan.

“Kami menitip harapan yang besar pada mahasiswa KKN, jaga nama baik almamater dan nama besar kampus STISIP,” harapnya.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *