Harga Jagung Turun, Petani Gelisah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pada musim panen raya yang berlangsung sekitar bulan Mei, harga jagung di Kabupaten Bima untuk kategori jagung basah mencapai Rp 3.400 perkilogam dan jagung kering Rp 3.600 perkilogram. Namun saat ini, harga jagung mengalami penurunan, untuk jagung basah berada pada harga Rp 3.150 perkilogram, dan jagung kering sebesar Rp 3.400 perkilogram.

Ilustrasi

Kondisi ini tentunya tidak sesuai dengan harapan petani. Padahal kebiasaan harga jagung pada tahun-tahun sebelumnya cenderung naik.

Seperti yang diungkapkan salah seorang petani di Desa Kambilo, Muhtar. Ia mengungkapkan, pada tahun-tahun lalu biasanya harga jagung pada saat musim panen raya rendah dan semakin lama disimpan biasanya harganya makin tinggi.

“Tahu lalu saja misalnya pada saat penen raya harganya Rp 2.800 kilogram, namun setelah satu bulan harganya itu mencapai Rp 3.600 perkilogram,” sebutnya, Rabu (17/7).

Keadaan ini menurut Muhtar berimbas pada nilai keuntungan petani yang semakin kecil, juga jagung yang disimpan pada saat ini memerlukan biaya dan tenaga tambahan dari petani untuk merawatnya.

“Jagung yang disimpan pasca panen saat ini kurang lebih sudah sekitar 2 bulan,” keluhnya.

Muhtar juga menuturkan kondisi harga jagung yang harga jualnya berbeda dengan keadaan tahun-tahun sebelumnya. Tentu saja membuat petani gelisah, apakah harganya makin turun terus atau akan naik.

“Gelisah harganya terus turun, sehingga sebagian petani memutuskan menjual jagungnya dengan harga yang ada,” ungkapnya.

Kendati demikian, sebagian besar petani yang ada di Kecamatan Wawo saat ini masih menyimpan jagung mereka, dengan harapan harganya akan mengalami kenaikan.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *