Ratusan Petani Bawang Hadiri Pasar Teknologi PT Advansia Indotani

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ratusan petani bawang yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bima menghadiri pasar teknologi yang digelar PT Advansia Indotani di Desa Risa, Rabu (17/7).

Salah satu kelompok petani bawang saat diberikan edukasi oleh tim PT. Advansia Indotani di sawah. Foto Yadien

Produk Manager PT Advansia Indotani Dwi Setyanto mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi kepada perani tentang cara merawat tanaman pertanian. Mulai dari pengendalian hama, penyakit hingga tehnik penyemprotan.

“Kegiatan dilakukan merata di seluruh kabupaten di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan puncak dari kegiatan edukasi yang dilakukan selama beberapa waktu terakhir. Sebelum ini, pihaknya aktif melakukam demplot bersama para petani.

“Nanti akan diperlihatkan kepada peserta tanaman yang telah menggunakan produk Anvansia Indotani berikut dengan pola-pola perawatan,” jelasnya.

Dwi memaparkan, komoditi utama pertanian di Kabupaten Bima saat ini bawang dan jagung. Namun sekarang pihaknya sedang fokus mengedukasi petani bawang. Untuk itu, Advansia memiliki produk untuk merawat dan mengendalikan hama di tanaman bawang.

“Kami menyediakan insektisida, herbisida, pestisida,” bebernya.

Karena masalah yang dihadapi petani saat ini adalah hama ulat, pihaknya menyediakan produk pengendali ulat yakni Ayuna.

“Kami menyediakan produk Abenz, Akos, Adoca dan Ayuna untuk bawang,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Areal Manager Jawa Timur dan Bali Nusra Widy Kurniawan menyampaikan, peserta yang hadir dalam acara tersebut akan mendapatkan edukasi tentang perawatan tanaman bawang secara gratis.

“Nanti petani akan melihat langsung di sawah bawang yang menggunakan produk Advansia,” ujarnya.

Untuk merincikan sejumlah edukasi pertanian yang akan disampaikan kepada masyarakat, pihaknya telah mendirikan sejumlah stand yang diisi oleh petugas yang akan menjelaskan permasalah pertanian sesuai bidang masing-masing.

Ia membeberkan, stand yang dibangun terdiri dari stand penyakit taman dan gulma, stand hama, dan stand safety penyemprotan. Peserta yang berjumlah ratusan petani tersebut akan dibagi menjadi beberapa kelompok, secara bergiliran diberikan edukasi langsung di sawah.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *