Kepala Bakesbangpol Ajak Warga Bentengi Diri Dari Radikalisme dan Terorisme

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Bakesbangpol Kota Bima Achmad Fathoni menyampaikan, untuk melawan bahaya radikalisme dan terorisme, terlebih dahulu masyarakat harus membentengi diri dengan pemahaman aliran dimaksud. Sehingga bisa menjaga diri, sekaligus bisa  diperangi secara bersama.

Kepala Bakesbangpol Kota Bima Achmad Fathoni. Foto: Ist

Pernyataan itu disampaikan Fathoni saat memberikan materi pada kegiatan Forum Diskusi Publik dan Sosialisasi Anti Radikalisme dan Terorisme, yang dilaksanakan Kominfo Pusat bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kota Bima, di aula Gedung Seni Budaya (GSB) baru-baru ini.

Fathoni menuturkan, saat ini yang menjadi tantangan bagi keutuhan dan kesatuan bangsa ini adalah  radikalisme dan terorisme. Sebab selain menimbulkan kerugian di masyarakat, juga dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara.

“Radikalisme dan terorisme wajib kita perangi bersama, karena akan membawa dampak yang merugikan yang sangat luas. Termasuk mengancam keutuhan NKRI,” katanya.

Mantan Kepala Dishub itu berharap agar kegiatan ini terus digalakkan, dengan melibatkan lebih banyak lagi elemen yang hadir. Terutama dari kalangan pelajar, mahasiswa dan tokoh-tokoh penting dalam memperkuat semangat kebangsaan serta nasionalisme dikalangan masyarakat.

“Melawan radikalisme dan terorisme bukan hanya tugas pemerintah, tapi seluruh warga negara wajib melakukannya demi keutuhan NKRI dan Pancasila,” bebernya.

Fathoni menambahkan, upaya untuk mengkampanyekan radikalisme dan terorisme saat ini masih terus dilakukan oleh berbagai pihak, dan oknum pelaku teror yang tidak bertanggungjawab. Terutama saat ini melalui konten internet, yang sangat mudah di akses oleh masyarakat. Terutama kalangan pelajar, yang bisa saja cepat terpengaruh.

“Maka dari itu pemerintah terus berupaya memerangi konten dan mencegah penyebaran informasi negatif di internet,” jelasnya.

Untuk itu, kepada peserta yang hadir, terutama para generasi bangsa agar turut memerangi radikalisme dan terorisme dengan cara memblokir konten dan turut mensosialisasikan bahaya paham tersebut.

“Melalui sosialisasi ini, semoga menjadi benteng untuk menjaga diri dari paham tersebut,” tandasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *