Akhirnya Walikota Bima Berkomentar Soal Aktivitas Ilegal Tukad Mas

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi akhirnya mau berkomentar saat ditanya media ini tentang aktifitas ilegal Tukad Mas di Kelurahan Kodo. Sebelumnya, orang nomor satu di Kota Bima itu lebih sering menyarankan agar persoalan Tukad Mas ditanyakan ke OPD teknis.

Walikota Bima HM Lutfi. Foto: Bin

Menurut Walikota Bima, pemerintah tidak melakukan pembiaran terhadap aktivitas perusahaan dimaksud. Jika aktivitasnya Galian C, tentu salah. Tapi aktivitas yang dilakukan tersebut merupakan pengolahan.

“Kalau tidak ada izin pengolahannya, harus dibahas, kita akan revisi tentang Perda RTRW. Karena ini ada kekeliruan,” katanya, kemarin.

Menurut Lutfi, usaha mereka itu sudah berjalan begitu lama. Hanya saja di wilayah pengolahan Tukad Mas, tidak masuk dalam Perda RTRW.

“Makanya perlu direvisi dulu Perda RTRW nya, sehingga tidak merugikan pelaku usaha,” katanya.

Merevisi Perda RTRW kata Walikota Bima, harus ada proses, kemudian ditindaklanjuti. Tentu saja nanti akan ada keputusan dari pemerintah.

“Revisinya cuman sebentar, tidak lama ko’,” ucapnya meyakinkan.

Ditanya apakah tidak dihentikan dahulu aktivitas ilegal itu, sembari menunggu hasil revisi RTRW? Walikota Bima menjawab,  tindakan pemerintah sudah dilakukan, dan sedang berproses.

“Tidak juga dibiarkan aktivitas ilegal itu, kita revisi dulu Perda RTRW nya,” tandas Lutfi.

*Kahaba-01                                                                           

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Muhammad syahwan

    Ini baru setuju saya pak wali… Saya hormat dan ucapin terima kasih atas pernyataan bapak… Ini baru pemimpin mudahan kedepan akan lebih baik.. saya siap pertaruhkan ilmu saya disini untuk mendukung kebijakan bapak walikota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *