Dana Desa Cair, Pemdes Darussalam Bagikan Mesin Sampan dan Mesin Pompa Air

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pemerintah Desa (Pemdes) Darussalam membagikan 30 unit mesin sampan dan 10 unit mesin pompa air kepada nelayan dan petani di desa setempat, Rabu (24/7).

Kepala Desa Darusaalam Abdurahman H Emon, didampingi ketua BPD Abdul Haris saat memberikan bantuan dari Dana Desa. Foto: Yadien

Kepala Desa Darussalam Abdurahman H Emon menyampaikan, bantuan 30 unit mesin untuk 30 orang nelayan dan 10 unit mesin pompa air untuk 10 petani itu merupakan salah satu program pemberdayaan yang bersumber dari dana desa tahap kedua.

“Alhamdulillah dana desa tahap kedua kami sudah cair. Kami mulai kerjakan,” ujarnya.

Kata dia, selain 30 unit mesin nelayan dan 10 unit mesin pompa air, ada banyak lagi program pemberdayaan di desa setempat yang menggunakan dana desa tahap kedua tahun 2019. Di antaranya, pemasangan listrik gratis untuk 10 rumah, dan rehab 10 unit rumah warga miskin yang tidak layak huni.

“Memang anggaran tahap kedua ini lebih banyak program pemberdayaan yang kali realisasikan,” katanya.

Sementara untuk program fisik kata Kades, di antaranya rabat bahu gang RT 02, RT 03, RT 04, RT 05 dan rabat gang RT 04 dan RT 05.

“Hanya ada 2 item program fisik yakni rabat bahu gang dan rabat gang,” bebernya.

Ia menjelaskan, saat melaksanakan kegiatan dan program tersebut, baik program pemberdayaan maupun fisik pihaknya akan selalu melibatkan BPD selaku pengawas tunggal yang ada di desa, agar pelaksanaanya terkontrol dengan baik.

“Kami ingin program yang dijalankan berjalan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas dia.

Sementara untuk masyarakat yang tahun ini belum menerima bantuan, diminta agar tidak berkecil hati. Pasalnya, setiap program yang diharapkan masyarakat akan dimasukan dalam Rencana Kerja Jangka menengah (RPJMDes) selam 6 tahun ke depan.

“Insya Allah kami akan berupaya maksimal agar semua masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ungkap Kades.

Di tempat yang sama, Ketua BPD Abdul Haris menyampaikan, bantuan mesin pompa air maupun mesin nelayan merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah desa setempat kepada masyarakat miskin, agar bisa berkembang dan maju.

Karena itu, masyarakat harus bisa menjaga dan memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Jangan sampai bantuan yang didapat dari pemerintah desa dijual lagi oleh para pemerima manfaat.

“Setiap tahun BPD akan tetap mengusulkan bantuan seperti ini,” pungkasnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *