SMKPP Negeri Bima Sosialisasi Ciri-Ciri dan Bahaya Penyakit Rabies

Kota Bima, Kahaba.- Kabupaten Bima dan Dompu ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus anjing gila atau rabies. Tentu saja penetapan itu membuat kekhawatiran bagi masyarakat.

Suasana penyuluhan bahaya Rabies oleh SMKPP Negeri Bima. Foto: Ist

Pada bulan Februari 2019 saja, penyakit ini telah memakan korban jiwa. Dari 645 kasus gigitan, 6 orang warga korban gigitan anjing dilaporkan meninggal di Kabupaten Dompu karena terinveksi rabies. 6 orang tersebut terdiri dari 4 orang dewasa dan dua orang anak-anak.

Kejadian rabies ini membuat pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bergerak cepat untuk menangani. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi pada hewan penular penyakit dimaksud.

Namun minimnya pengetahun dan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit rabies membuat pemerintah sedikit mengalami kesulitan dalam mencegah dan menangani penyakit ini dengan cepat.

Hal tersebut memunculkan perhatian lebih dari beberapa komunitas, Univesitas maupun sekolah kejuruan yang berkaitan dengan hewan. Salah satunya sekolah menengah kejuruan di wilayah Bima yaitu SMKPP Negeri Bima dengan melakukan penyuluhan tentang bahaya penyakit rabies, di SMP Negeri 7 Kota Bima.

Guru MKPP Negeri Bima Hidayatullah mengatakan, pihaknya memberikan penyuluhan ke siswa SMP Negeri 7 Kota Bima agar bisa mengetahui tentang betapa bahayanya penyakit rabies.

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya pemerintah kota dan kabupaten Bima dalam menangani penyakit rabies.

“Terus terang keberadaan rabies ini membuat kami khawatir akan keselamatan masyarakat pada umumnya dan juga keselamatan kami dan keluarga kami khususnya,” ujar kepala jurusan Kesehatan Hewan (Keswan) SMKPP Negeri Bima tersebut.

Kata dia, kegiatan seperti ini akan diusahakan terus dilakukan, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit zoonosis khususnya penyakit rabies.

Penyuluhan tersebut disambut positif oleh kepala SMPN 7 Kota Bima Marwan M Said. Menurut dia, kegiatan seperti ini sangat bagus. Apalagi kebanyakan dari siswa dan masyarakat masih banyak yang belum mengetahui tentang ciri-ciri, bahaya dan dampak penyakit tersebut.

“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa dan masyarakat. Saya harap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” harapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *