2 Pejabat Jadi Tersangka Pembayaran Gaji, Dewan Desak Polisi Juga Lidik di Bagian Umum

Kota Bima, Kahaba.- Setelah 2 mantan Kepala  Dinas Dikbud Kota Bima SR dan AY ditetapkan tersangka karena kasus pembayaran gaji ASN inisial SE, dewan juga mendesak aparat untuk mengusut dan melidik kasus yang sama terjadi pada Bagian Umum Setda Kota Bima.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Taufik HA Karim. Foto: Ist

“Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut juga pembayaran gaji mantan ASN INISIAL SR pada Bagian Umum Setda Kota Bima,” pinta Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Taufik HA Karim Selasa (30/7).

Menurut Taufik, kenapa itu harus diusut tuntas. Karena apa yang menjerat 2 mantan kadis Dikbud tersebut juga sama kronologisnya yang terjadi pada bagian Umum Setda Kota Bima. Yang diketahuinya, SR tetap menerima gaji senilai Rp 5 juta lebih setiap bulan, padahal saat itu dalam proses hukum dan menjalani hukuman penjara di Kota Mataram lebih dari 18 bulan.

“Bila dihitung selama 18 bulan itu, maka SR tetap menerima gaji sekitar Rp 90 juta, padahal tidak pernah bekerja. Itu nilainya banyak, tetap dihitung sebagai kerugian negara,” katanya.

Duta PPP itu menambahkan, dengan ditindaknya para pejabat yang melanggar aturan tersebut, sekaligus memberikan warning kepada semua ASN agar bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga sistem dan program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan benar.

“Kami berharap pihak kepolisian tidak pandang bulu dalam memproses pelaku pelanggar hukum, sehingga keadilan dapat ditegakkan,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *