oleh

FKDM Koordinasi Penguatan Kapasitas Membangun Kerukunan dan Ketahanan Masyarakat

Kota Bima, Kahaba.- Forum Kewaspadaan Diri dan Masyarakat (FKDM) Kota Bima menggelar rapat koordinasi penguatan kapasitas membangun kerukunan dan ketahanan masyarakat kota bima, di Aula FKUB Kota Bima, Rabu (31/7).

FKDM Koordinasi Penguatan Kapasitas Membangun Kerukunan dan Ketahanan Masyarakat
Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Membangun Kerukunan dan Ketahanan Masyarakat. Foto: Hardi

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan ekspos hasil kunjungan study banding di Solo dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar), untuk memahami tugas peran dan fungsi FKDM.

Kegiatan itu juga dihadiri Walikota Bima, Kepala Kesbangpol Kota Bima, Kapolres Bima Dandim 1604 Bima, Unsur FKUB, Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Toma), Peguyuban Etnis Kota Bima, dan Pengurus Keagamaan Kristen Se- Kota Bima.

Ketua Panitia Abdul Haris menyatakan, untuk mendorong stabilitas keamanan daerah dan mengantisipasi gangguan yang bersifat berusak daerah, maka perlu adanya pencegahan dengan melibatkan komponen masyarakat.

“Persoalan sosial terkadang menimpa masyarakat Kota Bima, maka peran pemerintah sangat perlu untuk mengatasi itu semua. Itulah sebabnya FKMD ikut ambil posisi sebagai mitra kerja dalam menanggulangi permasalahan tersebut melalui kewaspadaan dini,” ujar Abdul Haris.

Hal senada juga disampaikan Ketua FKDM Kota Bima Gufran, ia menuturkan FKDM dibentuk oleh Walikota Bima dengan berbagai unsur dengan tujuan membantu kerja pemerintah dalam mengantisipasi kewaspadaan masalah secara dini.

“Kami melakukan study banding dibeberapa daerah seperti Solo, Surakarta dan Lombok Barat tentang masalah ekonomi, sosial, politik, lingkungan dan beberapa hal penting lain,” katanya.

Sementara itu, Walikota Bima HMuhammad Lutfi menyatakan, jika berbicara penguatan kapasitas masyarakat, orang Bima memiliki spirit keterbukaan yang begitu kuat, karena akulturasi yang begitu panjang. Itu disebabkan banyak suku yang menetap di Bima dan konflik keagamaan selama ini tidak pernah terjadi.

“Stigma Kota Bima sebagai sarang teroris harus dihapuskan, sebab Kota Bima tak seperti itu. Orang Bima dapat eksis dimana-mana dan mereka saling terbuka,” ungkapnya.

Ia juga berharap ikatan emosional suku lain yang berdomisili di Bima adalah bagian dari keluarga, sampaikan pada generasi supaya hal tersebut dapat terjaga.

*Kahaba-07

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terbaru