oleh

Reses di Lingkungan Baru, Warga Salata Butuh Aspal

-Kabar Bima-0 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota melaksanakan reses di lingkungan baru, Salama Tato (Salata) Kelurahan Jatibaru, Selasa (6/8). Kegiatan menyerap aspirasi warga kali ini, merupakan agenda masa sidang terakhir yang dilaksanakan oleh para wakil rakyat periode 2014-2019.

Suasana reses di Lingkungan Salata. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima M Nor mewakili 4 orang wakil rakyat lain masing-masing Hj Anggriani, Khalid bin Walid, Jaidin dan H Sidra mengungkapkan, reses kali ini merupakan yang terakhir baginya. Karena tidak lagi terjaring sebagai wakil rakyat periode berikut. Kendati demikian, ia berharap kepada wakil rakyat Dapil Asakota yang masih lolos, agar terus memperjuangkan aspirasi rakyat di kecamatan setempat.

“Buat saya yang belum lolos lagi, ini pilihan yang terbaik menurut Allah SWT. Karena, baik menurut saya, belum tentu baik juga menurut Allah SWT,” ucapnya mengawali sambutan.

Meski begitu, dirinya yang sebentar lagi akan berada di luar sistem pemerintahan, akan ikut mengawal jalannya roda pemerintah. Terutama urusan yang bersentuhan dengan masyarakat, dirinya juga tidak akan menutup mata.

Nor menjelaskan, agenda reses rutin dilaksanakan setiap tahun. Melalui kegiatan ini, dirinya berharap masyarakat bisa menyampaikan kebutuhan yang bersifat penting dan diprioritaskan.

“Insya Allah, aspirasi ini akan direalisasikan pada tahun 2020 nanti. Maka tahun ini harus diperjuangkan,” katanya.

Foto bersama anggota DPRD Kota Bima Dapil Asakota bersama warga. Foto: Bin

Saat sesi penyampaikan aspirasi, sejumlah masyarakat mengungkapkan beberapa kebutunan penting di lingkungan baru tersebut. Yang paling utama yakni aspal jalan. Sebab, semua jalur di lingkungan itu belum diaspal.

“Kita butuh aspal pak dewan, semua jalan di lingkungan kami belum dapat jatah aspal,” ungkap salah seorang warga, Kahar.

Selain itu, pihaknya meminta agar dibuatkan drainase, Musholla, kuburan, pemindahan tiang listrik yang ada di tengah gang.

“Karena lingkungan baru, jadi banyak yang belum disentuh di lingkungan kami,” tuturnya.

Warga lain juga meminta agar dibuatkan jembatan yang lebih layak di perbatasan lingkungan itu dengan Kelurahan Salama. Karena hingga saat ini, apabila hujan deras turun maka akan meluap di pemukiman warga.

“Kita juga butuh lapangan, bak sampah umum. Karena kalau musim hujan, sampah berserakan dimana mana, menimbulkan penyakit,” beber warga lain.

Menanggapi aspirasi warga, Nor berjanji akan menyampaikan dan memperjuangkannya. Namun dirinya belum bisa memastikan akan bisa direalisasikan semua. Karena dibeberapa kelurahan dan lingkungan juga membutuhkan sentuhan yang sama.

“Insya Allah kita akan perjuangkan,” ucapnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru