BEM STIH Demonstrasi di Kantor Walikota Bima, Ini Tuntutannya

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan mahasiswa BEM STIH Muhammadiyah Bima menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Walikota Bima, Rabu (14/8). Aksi itu dikawal oleh aparat kepolisian dan anggota Pol PP Kota Bima.

Mahasiswa STIH Bima saat aksi di depan Kantor Walikota Bima. Foto: Eric

Aksi tersebut merupakan bagian dari kekecewaan mahasiswa terhadap sejumlah masalah yang terjadi di Pemerintah Kota Bima. Seperti yang disampaikan Kordinator Lapangan (Korlap) Hardin, mereka menuntut 4 poin penting yang harus menjadi perhatian kepala daerah.

Seperti masalah aktivitas Tukad Mas yang masih dibiarkan oleh Pemerintah Kota Bima. Pemerintah dinilai tidak punya kekuatan untuk melarang perusahaan itu untuk tidak beraktivitas.

“Pemerintah Kota Bima tutup mata terhadap aktifitas PT Tukad Mas, padahal belum memiliki izin dan tidak sesuai dengan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang dan PP Nomor 15 Tahun 2010 tentang penyelenggaraan penataan ruang. Maka dari itu segera bertindak tegas, untuk menutup aktifitasnya,” desaknya.

Kemudian kata Hardin, penunjukan Plt Kepala SKB Satuan PNF pada Dinas Dikbud Kota Bima atas nama Intansari, yang sudah mengundurkan diri dari jabatan tersebut, melalui surat pribadi dengan Nomor: 01/Pribadi/2018. Lalu kisruh pada bidang PNF Dinas Dikbud Kota Bima, terkait sikap Kepala Bidang (Kabid) yang ingin membuat kerjasama dengan pihak Kejaksaan untuk mengawal dana kesetaraan sejumlah PKBM.

“Surat penunjukan Plt Kepala SKB itu juga banyak kejanggalan, seperti tembusan disampaikan kepada Dinas Kesehatan dan tembusan disampaikan kepada kepala SKB sebanyak 2 kali. Tentu kesalahan itu terindikasi tidak melalui prosedur. Sedangkan sifat ceroboh Kabid PNF layak untuk menjadi pertimbangan Walikota Bima untuk mencopot,” katanya.

Massa aksi juga menyorot sikap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima H Muhtar Landa yang memakai alas kaki di atas karpet sajadah usai pelaksanaan Sholat Idul Adha di halaman kantor Walikota Bima.

“Kami minta kepala daerah mengevaluasi Sekda Kota Bima, karena sikapnya menciderai Islam,” desaknya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *