Siswanto: Pinjam Uang untuk Pengadaan Baju Linmas Karena Perintah Kepala Pol PP

Kota Bima, Kahaba.- Mantan bendahara Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima Siswanto buka suara soal masalah peminjaman uang untuk pengadaan baju Linmas. Ia menegaskan, jika peminjaman itu bukan tanggungjawabnya secara pribadi semata, tapi tanggungjawab dinas tersebut. (Baca. Uang Untuk Pengadaan Baju Linmas Belum Dikembalikan, Nurwahidah Ngamuk di Kantor Pol PP)

Mantan bendahara Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima Siswanto. Foto: Bin

“Itu utang dinas, bukan utang saya. Jadi jangan suruh tanggungjawab saya,” tegasnya, Kamis (15/8).

Siswanto menjelaskan, utang itu untuk membeli baju linmas TPS saat Pemilu 2019. Awalnya, memang tidak ada anggarannya dalam DPA. Tapi karena ada pergeseran dari pengadaan baju kepala daerah, ke baju Linmas, maka prosesnya pun dilakukan. (Baca. Pengadaan Baju dan Topi Linmas di Pol PP, Bermasalah)

Saat proses itu dilakukan, kemudian terkendala waktu pergeseran dalam DPA. Lalu di tengah jalan terjadi pergantian Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima, dari Farid ke Kaharuddin. Jadi, karena kebutuhan untuk pengadaan baju linmas, ia lalu diperintahkan untuk meminjam uang di luar dinas.

“Pinjam uang pengadaan baju Linmas waktu itu karena perintah Kadis Pol PP dan Damkar Pak Farid. Saya disuruh, tidak mungkin saya laksanakan kalau tidak ada perintah,” ungkapnya. (Baca. Pinjam Uang Untuk Pengadaan Baju Linmas itu Ulah Mantan Bendahara Pol PP)

Setelah pinjam uang itu sambung Siswanto, akibat dari pergantian kepala dinas, oleh Kepala Dinas Pol PP dan Damkar yang baru Kaharuddin, tidak mau mencairkan anggaran dimaksud dalam DPA.

Karena uang itu belum dikembalikan, dirinya tentu tidak mau bertanggungjawab secara pribadi. Karena yang dilakukannya itu atas perintah atasan.

“Sekarang kan ada bendahara baru, keluarkan saja uang untuk pengadaan baju Linmas itu. Uangnya ada ko,” tuturnya.

Siswanto menambahkan, ia perlu meluruskan masalah ini. Agar dirinya tidak semata mata disalahkan.

“Pernyataan pak Sekretaris Dinas Pol PP dan Damkar itu tidak paham persoalan,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *