Keluarga Korban Tabrak Saat Karnaval Tuntut Perhatian Camat Soromandi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Keluarga korban yang ditabrak mobil pick up saat karnaval di Kecamatan Soromandi, Rabu (14/8) menuntut Pemerintah Kecamatan agar memberikan perhatian untuk para korban. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada satu pun unsur pemerintah kecamatan setempat mendatangi korban untuk membahas masalah tersebut. (Baca. Terobos Jalan Karnaval, Mobil Pick Up Tabrak 8 Orang Anak)

Korban dan keluarga saat dirawat di Puskesmas Soromandi Rabu (148) kemarin. Foto: Ist

Ketua BPD Lewintana M Said mengatakan, berdasarkan keterangan orang tua korban, sampai saat ini pemerintah kecamatan belum hadir untuk mengoordinasikan terkait insiden kemarin. Padahal, sebagai penyelenggara kegiatan karnaval, pemerintah kecamatan tidak boleh tutup mata dan apatis terhadap musibah yang dialami para korban.

“Paling tidak mereka koordinasikan dengan pemerintah desa untuk menanyakan keadaan para korban. Tapi kan tidak ada,” ujarnya, Kamis (15/8).

Said menilai, Pemerintah Kecamatan Soromandi tidak mempunyai itikad baik terhadap para korban. Itu terbukti karena tidak pernah berkoordinasi tentang keadaan para korban.

Sementara itu, Kades Lewintana Hidayat Nurdin mengatakan, keluarga korban telah mendatanginya dan memberikan pengaduan karena belum ada pihak pemerintah kecamatan yang turun tangan terkait masalah tersebut.

“Saya bersama Ketua BPD memang menerima pengaduan langsung keluarga korban. Insya Allah terkait masalah ini kita akan bantu, baik berkaitan penanganan medis maupun mediasi dengan pihak terkait untuk membahas masalah tersebut,” katanya.

Kata Kades, saat ini dia telah berkoordinasi dengan semua keluarga korban, agar membawa anak-anak mereka ke RSU Sondosia, untuk cek fisik kondisi korban pasca dikeluarkan dari Puskesmas. Itu dilakukan karena dikuatirkan luka yang dialami para korban semakin parah.

“Saya sudah panggil mobil rentcar untuk membawa para korban ke RSU Sondosia untuk dilakukan rotgen dan penanganan medis lain,” ungkapnya.

Orang tua Al Gazali selaku korban dalam insiden itu, Usman mengatakan, anaknya memang sudah dikeluarkan dari Puskesmas. Namun, sehari setelah itu anaknya alami rasa sakit di kepala dan harus dirontgen untuk mengetahui apakah ada gangguan.

“Saya kuatir terjadi apa-apa pada Al Gazali, karena dia keluhan sakit di kepala,” ucap Usman.

Ia mengakui, pasca kejadian belum ada dari pihak pemerintah kecamatan yang respon. Bahkan, hingga saat ini belum ada yang mendatangi keluarga korban.

“Terjadinya musibah itu pada saat momentum HUT RI yang notabennya adalah hajatan pemerintah. Sehingga wajib mereka sambangi keluarga korban,” tuntutnya.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *