Memalukan, Saat Upacara HUT RI, Puluhan Pegawai Malah Asik Nongkrong

Kabupaten Bima, Kahaba.- Potret memalukan kembali terjadi saat upacara HUT RI tingkat Kabupaten Bima, di halaman Kantor Bupati Bima, Sabtu (17/8). Pasalnya, saat upacara berlangsung, puluhan pegawai yang berpakaian Kopri justru asik duduk sambil ngopi di kantin belakang kantor bupati.

Puluhan pegawai berpakaian Kopri sedang asyik nongkrong dan minum kopi di belakang kantor Bupati Bima saat upacara HUT RI berlangsung. Foto: Yadien

Salah seorang warga Ardiansyah mengatakan, sikap dan tindakan puluhan pegawai tersebut sangat memalukan. Sebagai pegawai, harusnya menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat dengan mengikuti upacara bendera, bukan malah asik nongkrong dan minum kopi.

“Keadaan ini sangat miris. Pegawai yang tidak patut dicontoh,” sesalnya.

Kata dia, sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan, semua warga negara harusnya mengikuti upacara bendera meskipun berpanas-panasan. Terutama para abdi negara dan pegawai.

“Para pahlawan sampai menumpahkan darah dan kehilangan nyawa untuk kemerdekaan, sekarang kita hanya kepanasan matahari,” katanya.

Kesadaran para pegawai tersebut perlu ditumbuhkan lagi. Sebagai pegawai mereka perlu diberikan pembinaan. Baik oleh kepala OPD yang menaungi mereka masing-masing atau oleh Bupati Bima.

“Kesadaran mereka sangat kurang, harus dibina agar tidak terulang lagi,” harapnya.

Ardiansyah menambahkan, jikapun para pegawai tersebut ditugaskan untuk hal penting di belakang kantor bupati akan bisa dimaklumi. Namun jika tidak, tindakan puluhan pegawai itu telah mencoreng korps pegawai.

*Kahaba-10

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Abi Iman

    Kasihan mental x mati rasa. susah untuk menanamkan jiwa patriot kalau mental x matirasa. suruh bc lg sejarah proklamasi dg susah para pejuang meraih kemerdekaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *