Warga Minta GOR Panda Ditender Ulang, Agar Bisa Dimanfaatkan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Warga Desa Kawinda Toi Kabupaten Bima Dedy MT menyayangkan tender GOR Panda yang dibatalkan oleh pemerintah. Padahal untuk mendatangkan anggaran untuk membangun gedung dan fasilitas olahraga itu, butuh waktu dan perjuangan. (Baca. Proyek Belasan Miliar GOR Panda Batal, Pemenang Tender Adukan ke Kejati)

Warga Desa Kawinda Toi Kabupaten Bima Dedy MT. Foto: Bin

Menurut pria yang juga Caleg Terpilih Kabupaten Bima dari Partai Demokrat Dapil III itu, setiap anggaran yang datang dari pusat itu harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik – baiknya. Agar hasil pembangunannya bisa segera dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Bima. (Baca. Tender GOR Panda Batal, Dewan Duga Ada Konspirasi Jahat)

“Setahu saya hanya Kabupaten Bima dan Lombok Tengah yang mendapatkan alokasi anggaran untuk pembangunan GOR itu. Jadi sayang kalau tidak bisa dimanfaatkan,” sesalnya.

Dedy mengaku tahu batalnya tender GOR Panda itu melalui pemberitaan sejumlah media massa. Jika memang persoalannya karena rekanan tunggal yang memasukan penawaran tidak memenuhi syarat, maka pemerintah diharapkan bisa membuka tender baru. Agar GOR itu bisa dikerjakan pada tahun anggaran 2019.

“Kalau tidak dikerjakan tahun ini jelas anggarannya dikembalikan, kan sayang. Belum tentu di tahun berikutnya bisa dapat lagi,” ujarnya.

Kata dia, untuk mendapatkan anggaran pembangunan GOR sebesar Rp 10 miliar lebih itu butuh kerja keras. Sebagai warga Bima, dirinya sangat menyayangkan jika tidak jadi dibangun di Kabupaten Bima. Sebab, masyarakat Bima sangat membutuhkan arena olahraga berkelas dan berkualitas.

“Kalau ada GOR, jelas perkembangan olahraga di Bima juga akan semakin meningkat,” tuturnya.

Untuk itu, sebagai warga dirinya berharap kepada pemerintah untuk berupaya agar anggaran pembangunan GOR itu bisa kembali dimanfaatkan. Karena memiliki GOR yang representatif di daerah juga sesuatu yang membanggakan.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *