Kabupaten Bima Gencar Adakan Program Nasional Perpustakaan Berbasis Inklusi

Kabupaten Bima,  Kahaba.- Untuk menyukseskan program pemerintah, saat ini Dinas Perpustakaan Kabupaten Bima sedang melaksanakan program nasional yakni Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial melalui pertemuan Stakeholder Meeting Kabupaten Bima.

Stakeholder Meeting membahas Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Foto: Hardi

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Bupati Bima, Kamis kemarin dihadiri Rinang Sujiwo Perwakilan dari Perpustakaan Nasional RI, Lembaga BUMN, PKK, Perguruan Tinggi, Perbankan, PT Telkom, staf Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Kepala Desa, dan para pengelola Perpustakaan Desa.

Kabid Perpustakaan Kabupaten Bima Basyirun menjelaskan, program ini telah dilounching secara nasional di kabupaten kota sebanyak 21 Provinsi se-Indonesia, dan salah satu di antaranya adalah NTB dengan Nominasi 10 kabupaten kota. Namun yang beruntung adalah Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

“Kami mengadakan stakeholder meeting ini karena dijadwalkan oleh Perpustakaan Nasional. Kegiatan ini atas perintah dari pusat usai kegiatan dari KLU,” ujar Basyirun.

Kata dia, adanya Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini didorong oleh beberapa hal seperti kemajuan zaman, prioritas nasional sebagai bentuk percepatan pemberantas kemiskinan  melalui literasi dan prioritas dunia.

“Pengembangan pola pikir demi kesejahteraan masyarakat itu harus tercipta dengan melihat beberapa faktor pendorong tadi,” terangnya.

Sebagai daerah yang sudah menjadi pusat perhatian nasional dalam bidang perpustakaan (literasi), Kabupaten  Bima telah melahirkan 6 desa yang telah disupport oleh perpustakaan pusat sebagai Desa Literasi. Beberapa desa tersebut antara lain Desa Kananga, Tente, Cenggu, Teke, Desa Maria, dan Desa Sumi.

Basyirun memaparkan, tujuan kegiatan stakeholder meeting Kabupaten Bima ini sebagai langkah agar terciptanya masyarakat sejahtera, melalui transformasi perpustakaan umum berbasis inklusi sosial.

“Sasaran program ini adalah masyarakat umum,  pemuda,  perempuan, pelaku usaha mikro,  kelompok marginal lain,  dan disabilitas,” tuturnya.

Pada pembahasan akhir stakeholder meeting, ada beberapa program pelibatan masyarakat melalui literasi perpustakaan yang akan dilaksanakan pada bulan September – Desember yakni pelatihan jualan online, pelatihan kursus jurnalistik tingkat dasar, kursus kilat bahasa inggris bagi driver dan taxi bandara, pelatihan pembuatan bakso, pelatihan merias pengantin dan beberapa program lainnya.

*Kahaba-07

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *