Operasi Yustisi, Pol PP Amankan Miras dan 6 Wanita

Kota Bima, Kahaba.- Selama 2 hari mulai Kamis dan Jumat (22-23/8) jajaran Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima menggelar operasi yustisi di beberapa titik di Kota Bima. Hasilnya, penegak peraturan daerah itu mengamankan sejumlah miras dan 6 orang wanita di losmen Vivi.

6 orang wanita yang diamankan saat operasi yustisi Pol PP Kota Bima. Foto: Eric

Kabid Trantibum Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima Abdurahman mengungkapkan, operasi tersebut merupakan agenda rutin. Hasil operasi selama 2 hari ini, pihaknya pun mengamankan 17 botol miras jenis sofi dan bir pada 3 cafe, dan 6 wanita di losmen Vivi.

“Terlebih dahulu Kami imbau dan beri peringatan kepada pemilik cafe dan losmen. Agar tidak menjual miras dan narkoba, dan tidak memfasilitasi prostitusi. Tapi saat turun operasi, peringatan kami tidak diindahkan,” katanya.

Mantan Lurah Lelamase itu menuturkan, mengenai barang bukti berupa miras akan dimusnahkan dalam waktu dekat. Sedangkan untuk 6 wanita yang diamankan, hanya dimintai keterangan, karena saat dirazia tidak terdapat pasangan yang bukan muhrim.

“Untuk 6 wanita yang diperiksa, 1 orang warga Kota Bima dan 5 orang berasal dari luar daerah Kota Bima. Karena hanya diamankan dan diberi pembinaan, kami lepas,” ujarnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. MUNIR HUSEN

    Tutup saja Hotel yang selalu menjadi problem, pemerintah Kota Bima tidak rugi menutup hotel yang selalu saja menampung maksiat. Apa lagi dimuka Masjid. selama ini perimtah belum pernah mengambil tindakan tegas terhadap hotel yang selalu menjadi tempat maksiat. Luar biasa. Masyarakat tetap respek terhadap tugas Pol Pamong Praja. Tapi kalau hanya sekedar rajia kemuadian tempat maksiat tidak ditutup sia-sia saja. untuk mendukung tugas Pol Pamong Praja harus ada lamgkah nyata agar hotel tidak dijadikan hotel sebagai tempat maksiat.

  2. Penjilat

    Saya setuju pak munir…. Skrng dimana Kabid perundangan yg memproses… Itu wajib di tegakkan melalui Kabid penegak perundang2an. Biar ada hukuman… Klo perlu di tutup sentara Krn dari jaman dulu Ampe jaman mau kiamat toh hotel ini terus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *