Walikota Bima: Tak Ada Rekrutmen Honorer di Pol PP dan Tak Ada Pungutan

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi menyampaikan tanggapan terkait rekrutmen honorer di Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima. Termasuk soal tarif atau mahar yang saat ini berkembang di media sosial. (Baca. Kuitansi Rp 7 Juta Iming-Iming Jadi Pol PP, Viral di Medsos)

Walikota Bima HM Lutfi. Foto: Bin

Demikian pula mengenai proses rotasi dan mutasi. Pada berbagai kesempatan bahwa proses itu murni karena kebutuhan organisasi dengan mempertimbangkan kelayakan dan berdasarkan penilaian dari Baperjakat.

“Mutasi dan rotasi yang dilakukan itu bertujuan untuk mempercepat pencapaian visi-misi yang didukung oleh aparatur sipil negara (ASN) yang profesiona,” ujar Walikota Bima itu melalui Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima H A Malik, Minggu (1/9).

Pun begitu dengan rekrut tenaga honorer di Pol PP. Diakuinya, hingga saat ini belum ada rekrutmen tenaga pada Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima. Jika ada pemungutan liar yang diketahui, diharapkan kepada masyarakat agar melaporkan tindakan tersebut kepada pihak penegak hukum, agar bisa diproses hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Apabila ada oknum ASN yang diketahui terlibat pungutan liar agar dilaporkan kepada inspektorat agar dapat diproses dan diberikan sanksi sebagaimana mestinya. Siapa yang bayar, kepada siapa, berapa jumlahnya, agar bisa diusut secara tuntas, agar tidak menimbulkan fitnah,” tegasnya.

Kata dia, diharapkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi isu yang belum diketahui kebenarannya. Isu yang berkembang di media sosial murni merupakan tindakan oknum, dan tidak ada keterkaitan dengan Pemerintah Kota Bima.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya berupaya melakukan pembenahan di internal serta menyempurnakan jalannya roda pembangunan yang ada di Kota Bima, sebagaimana visi dan misi yang diusung oleh Walikota Bima dan Wakil Walikota Bima.

“Upaya pembenahan yang sedang dilakukan ini diharapkan tidak terhambat dengan berbagai isu yang belum terbukti kebenarannya,” tandasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *