oleh

Stok Beras di Bulog Bima Menumpuk

-Kabar Bima-3 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.- Stok beras di Bulog Sub Divre Bima, kini menumpuk. Ini disebabkan karena Bulog tidak lagi menjadi penyalur Rastra. Di sisi lain, Bulog harus tetap menyerap beras dari petani.

Kepala Bulog Sub Divre Bima Harisun. Foto: Ist

Saat ini, Bulog telah menyimpan beras mencapai 2.700 ton dan untuk gabah sebanyak 15.365 ton. Jumlah stok ini dipastikan bisa memenuhi kebutuhan hingga 14 bulan ke depan.

Kepala Bulog Sub Divre Bima Harisun mengatakan, jumlah stok tersebut dibilang menumpuk karena pihaknya terus melakukan penyerapan, tanpa ada penyaluran pasca program Rastra dihentikan.

“Rastra dihentikan, penumpukan semakin besar, sedangkan di sisi lain kami diinstruksikan untuk terus lakukan penyerapan sampai akhir tahun,” ujar Harisun, Senin (2/9).

Kendati menumpuk, dirinya tetap memastikan kondisi beras yang dimiliki Bulog tetap berkualitas baik. Bulog juga sudah melakukan treatment dan perawatan khusus.

“Jadi anggapan masyarakat beras Bulog itu tidak bermutu dan rusak sekarang sudah tidak ada lagi,” tegasnya.

Harisun mengungkapkan, pekan lalu pihaknya sudah mengikuti rapat dengan sejumlah stakeholder terkait kondisi Bulog yang terus menumpuk beras. Dalam waktu dekat, akan ada kebijakan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang menetapkan Bulog sebagai distributor untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Muda-mudahan, kebijakan ini akan segera dikeluarkan dan menjadi angin segar bagi Bulog,” harapnya.

Ia menambahkan, saat ini yang dilakukan Bulog selain menjaga kualitas beras juga dengan melakukan pengiriman beras keluar daerah yang defisit beras, seperti NTT.

“Syukurnya daerah kita ini surplus beras, sedangkan NTT itu defisit. Jadi menjadi solusi juga. Kemarin baru saja kami kirim ke NTT,” terangnya.

*Kahaba-07

Komentar

Kabar Terbaru