BNI dan Pemkot Bima TTD MoU Penyediaan dan Penggunaan Layanan Jasa Perbankan

Kota Bima, Kahaba.- PT BNI (Persero) Tbk Kantor Cabang Bima bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menandatangani MoU Penyediaan dan Penggunaan Layanan Jasa Perbankan, dirangkaikan dengan penandatanganan massal kredit Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) Kepada UMKM Pantai Lawata dan Pengerajin Tenun Songket Kelurahan Ntobo.

Foto bersama usia penandatangan MoU Penyediaan dan Penggunaan Layanan Jasa Perbankan. Foto: Bin

Kegiatan yang dihelar di Homestay Muthmainnah, Jumat siang (6/9) itu dihadiri Pemimpin Wilayah BNI Denpasar I Made Sukajaya, Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir, Walikota Bima HM Lutfi, Wakil Bupati Bima H Dahlan M Noer, Sekda Kota Bima H Mukhtar Landa, Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih serta para pelaku usaha di Kota Bima.

Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir dalam sambutan singkatnya mengucapkan rasa syukur atas keluangan waktu Walikota Bima dan Wakil Bupati Bima meringankan langkah menghadiri acara ini. tentu saja ini menjadi penghargaan yang sangat tinggi baginya pribadi, selaku pemimpin BNI Cabang Bima.

Diakuinya, penandatanganan ini menjadi bukti keseriusan dan kepedulian BNI terhadap perkembangan usaha masyarakat di Kota Bima. Dirinya pun berharap, semoga dengan penandatangan ini, bisa mendorong tumbuh kembangnya wirausaha yang ada.

Di tempat yang sama, Pemimpin Wilayah BNI Denpasar I Made Sukajaya saat sambutan mengutarakan rasa gembiranya menghadiri acara tersebut. Apalagi ditambah dengan kehadiran sejumlah stakeholder yang ada di Bima.

Ia juga memuji prestasi untuk BNI Cabang Bima di bawah kepemimpinan Muhammad Amir saat ini,  karena berada pada posisi atas.

Pemimpin BNI Cabang Bima saat tandatangan MoU Penyediaan dan Penggunaan Layanan Jasa Perbankan. Foto: Bin

“Saya bangga dan salut dengan Pak Amir dan karyawan, telah bekerja penuh semangat untuk ikut membangun Bima,” pujinya.

Sukajaya mengaku, penandatangan ini semoga menjadi momentum kerjasama antara BNI dengan Pemkot Bima, dan mungkin bisa ditularkan ke Pemkab Bima. Karena ia berpikir, dengan cash manajemen ini maka segala transaksi finansial yang dibutuhkan oleh pemerintah, bisa dilaksanakan dengan baik dan semua akuntabel.

“Sebagai bank pemerintah, BNI selalu mendukung penuh semua program pemerintah seperti pemberdayaan UMKM,” ucapnya.

BNI sendiri sambungnya, memiliki sejumlah produk UMKM. Mulai dari produk PKBL, yang seiring jalan nanti para penerima manfaat sudah berhasil, maka bisa mendapatkan produk kredit usaha rakyat. Karena sejatinya, BNI pun membangun usaha mikro pada level yang paling bawah.

“Jika sudah berkembang lagi, ada produk BNI Wirausaha, kemudian BNI Usaha Berkembang dan BNI Usaha Maju. Ini merupakan produk-produk BNI yang memang disiapkan untuk memberikan kemudahan – kemudahan bagi pengusaha,” jelasnya.

Dari penandatangan ini, Sukajaya juga berharap dari pengusaha bisa menggunakannya dengan baik untuk pertumbuhan usaha. Dengan adanya semboyan Mori ra Woko (Hidup dan Tumbuh) bersama BNI, terus bisa membangun emosional, untuk saling ingat BNI dan maju berkembang bersama BNI.

Pemimpin BNI Cabang Bima H Muhammad Amir saat menyampaikan sambutan pada acara penandatanganan MoU Penyediaan dan Penggunaan Layanan Jasa Perbankan. Foto: Bin

Sementara itu, Walikota Bima HM Lutfi pun menyambut gembira adanya program dimaksud. Mewakili Pemerintah Kota Bima dirinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada BNI Cabang Bima.

“Ini seiring dengan visi misi kami untuk menciptakan 10 ribu lapangan kerja. Dengan adanya kepercayaan ini, BNI juga tentu akan berperan dalam menyongsong sejumlah program-program di Kota Bima,” katanya.

Lutfi juga mengharapkan kepada BNI agar ada kerjasama dalam sistem mendorong pendapatan asli daerah (PAD). Tentu tujuannya, dari tahun ke tahun ada peningkatan PAD dan pertanggungjawaban yang semakin jelas.

“Nanti ada sistem aplikasinya akan kita pakai. Sehingga retribusi bisa terkoneksi, bisa diamati dari waktu ke waktu. Sehingga pada kemudian hari, akan memberikan kepercayaan masyarakat kita, khususnya pelaku usaha,” terangnya.

Menurut Walikota Bima, kota ini memiliki sektor jasa yang tinggi, kredit perbankan BNI di Bima pun mencapai Rp 1,5 Triliun, sementara kredit macetnya 0,0 sekian. Artinya ini menjadi tolak ukur kepercayaan masyarakat terharap BNI.

Ia pun kembali berharap, semoga kerjasama yang baik bersama dengan BNI tidak berhenti sampai di sini, tapi terus berlanjut hinga tahun – tahun mendatang.

*Kahaba-01

Bagikan Berita:
Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *