oleh

Dispar Kota Bima Tatap Muka Dengan PKL Lawata

-Kabar Bima-1 kali dibaca

Kota Bima,  Kahaba.- Dinas Pariwisata Kota Bima menggelar pertemuan dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) Pantai Lawata, Jum’at (6/9) di kantor dinas setempat. Kegiatan tersebut dihadiri Asisten 1 Bidang Kesra Kota Bima, Kapolsek Rasanae Barat, Lurah Dara, Pejabat Eselon 3 dan 4 lingkup Setda Kota Bima dan Pimpinan Cabang Bank BNI Kota Bima.

Pertemuan para PKL Pantai Lawata dengan jajaran Dinas Pariwisata dan BNI. Foto: Hardi

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Sunarti mengatakan, tujuan pertemuan tersebut untuk bersilaturahim, saling bertukar pikiran terkait kendala yang ditemukan oleh para pedagang. Serta menyelesaikan beberapa masalah yang ada di Pantai Lawata.

“Sebenarnya hari ini ada pemberian bantuan modal secara massal kepada para PKL di Lawata, dan para pengrajin tenun Kelurahan Ntobo di Lawata. Namun karena situasi yang kurang kondusif maka dialihkan di Hotel Mutmainnah,” tuturnya.

Pada pertemuan tersebut, dinas terakit juga memberikan pembinaan untuk para pedagang terkait beberapa masalah yang muncul. Seperti bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dijanjikan oleh Dispar sendiri, namun dianggap oleh pedagang belum terealisasi.

“Kami sudah sampaikan untuk kumpulkan KK dan KTP sebagai syarat mudah untuk dapatkan bantuan itu, dan sudah dikumpulkan semua,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BNI Cabang Bima H Muhammad Amir menuturkan, pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bima adalah satu bentuk niat baik mendukung program Walikota Bima dalam sektor Pariwisata.

Ia juga menyampaikan masalah yang terjadi sebagai mitra pemberi bantuan KUR, karena tidak semua 26 orang yang mengusulkan bantuan KUR bisa mendapatkannya.

“Sebanyak 11 orang saja yang dapat. Kenapa tidak semua dapat bantuan itu, karena ada yang masih utang di koperasi,” ungkapnya.

Untuk beberapa pedagang yang tidak mendapatkan bantuan, maka akan ada bantuan kredit PKBL yang disediakan oleh BNI.

“11 orang dapat bantuan dari PKBL, sementara sisanya adalah bantuan dari CSA. Tapi berikan kami waktu selama 1 bulan untuk menyediakan bantuan itu,” harapnya.

*Kahaba-07

Komentar

Kabar Terbaru