Kasus Kuitansi Rp 7 Juta, Hanif Mangkir Panggilan Penyidik

Kota Bima, Kahaba.- Kasus dugaan tindak pidana penipuan yang dilaporkan Imam Munandar di Polsek Rasanae Timur masih dalam proses penyelidikan. Sejumlah saksi juga dihadirkan untuk dimintai keterangan. (Baca. Kuitansi Rp 7 Juta Iming-Iming Jadi Pol PP, Viral di Medsos)

Kapolsek Rasanae Timur IPTU M Lutfi Hidayat. Foto: Deno

“Saat ini kami sudah panggil 5 saksi, semuanya masih terkait dugaan penipuan kitansi Rp 7 juta itu,” ujar Kapolsek Rasanae Timur IPTU M Lutfi Hidayat, Rabu (18/9). (Baca. Walikota Bima: Tak Ada Rekrutmen Honorer di Pol PP dan Tak Ada Pungutan)

Mantan Kapolsek Asakota itu menuturkan, untuk mempercepat proses penyelidikan, pekan ini pihaknya memanggil sejumlah pihak lain lagi yang terkait dan dan akan memanggil lagi terlapor. (Baca. Viral Kuitansi Rp 7 Juta, Begini Komentar Wakil Walikota Bima)

“Hanif sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Tapi tidak memenuhi pemanggilan,” bebernya. (Baca. Viral Kuitansi Rp 7 Juta, Dewan Desak Walikota Lapor HN ke Polisi)

Kendati tidak menghadiri panggilan pertama, kata Lutfi, pihaknya akan segera melayangkan surat panggilan kedua untuk Hanif. Pihaknya pun berharap agar yang bersangkutan bisa hadir. (Baca. Kuitansi Rp 7 juta, HN Akhirnya Dilapor ke Polisi)

“Kalau Hanif juga tidak hadir pada panggilan ketiga, kita jemput paksa,” tegasnya. (Baca. Soal Kuitansi Rp 7 juta, Hanif Berkicau di Medsos)

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *