Walikota Bima Akan Kembalikan Jabatan yang Didemosi Secara Bertahap

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM Lutfi mengakui terdapat kesalahan teknis saat melakukan rotasi, mutasi dan demosi beberapa pejabat pada bulan Mei lalu.

Pelantikan sejumlah pejabat oleh Walikota Bima. Foto: Eric

Akibatnya, pemerintah daerah menerima rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mengembalikan jabatan yang didemosi.

“Hasil rekomendasi KASN, terdapat kesalahan penempatan jabatan saat mutasi awal. Sehingga kami mengembalikan secara bertahap,” ujar Walikota saat memberikan sambutan pelantikan sejumlah pejabat struktural dan pengawas di aula Kantor Pemerintah Kota Bima Kamis (19/9).

Kata mantan anggota DPR RI Partai Golkar tersebut, agenda pelantikan inipula berkaitan dengan surat Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sehingga pemerintah daerah bisa menjalankan, dan melakukan kegiatan rotasi dan mutasi.

“Rekomendasi KASN ini kami jalankan, juga bagian dari penataan birokrasi yang baik,” katanya.

Lutfi mengakui, kebijakan rotasi, mutasi dan promosi yang dilakukan pada awal pemerintahannya, menjadi pelajaran bagi dirinya dan Wakil Walikota Bima. Rotasi, mutasi, promosi bahkan demosi awal tahun ini diakui banyak ASN yang jabatanya “salto”. Artinya ada yang cepat naik promosi, dan juga turun secara drastis.

“Ternyata penurunan maupun promosi seorang ASN, harus melalui pertimbangan yang baik dan bagus. Apalagi bila menurunkan pangkat ASN, yang turun hingga beberapa tingkatan tentu ini menjadi masalah,” bebernya.

Oleh karena itu, karena baru tahun pertama bekerja. Maka dirinya bersama Wakil Walikota Bima akan terus melakukan pembenahan, dalam penataan birokrasi. Sehingga program kerja setiap OPD, bisa maksimal.

“Selama setahun bekerja, saya banyak belajar banyak hal tentang birokrasi. Untuk melihat setiap potensi yang dimiliki setiap ASN di Kota Bima,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *