oleh

Kemenperin Kembangkan IKM Tenun di Kota Bima

-Kabar Bima-7 kali dibaca

Kota Bima, Kahaba.-  Kemenperin RI bersama Dinas Koperindag Kota Bima menggelar kegiatan Bimbingan Teknis untuk pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Hotel Marina, Minggu (22/9).

Walikota Bima HM Lutfi saat menyampaikan sambutan pada acara Bimtek IKM. Foto: Bin

Kegiatan tersebut dihadiri Walikota Bima HM Lutfi, Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Ratna Utarianingrum, Kepala Dinas Koperindag Kota Bima Abdul Haris dan 15 IKM di Kota Bima. Kegiatan rencananya akan digelar selama 8 hari.

Ratna menjelaskan, IKM memiliki posisi yang strategis dalam meningkatkan perekonomian nasional, dan memiliki kontribusi yang besar dalam penyerapan tenaga kerja serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data statistik BPS, terdapat kurang lebih 4,5 juta unit IKM yang tersebar di wilayah Indonesia, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 10,5 juta orang atau setara dengan kurang lebih 65 persen dari total tenaga kerja sektor industri pengolahan non migas.

“Saat ini ada 368 sentra IKM tenun tersebar di hampir seluruh wilayah nusantara,” ujarnya.

Menurut Ratna, industri tenun memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, yaitu sebagai penggerak perekonomian rakyat dan penyumbang devisa negara. Untuk komoditi tenun pada tahun 2018 nilai ekspornya mencapai US$ 53,3 juta dengan negara tujuan ekspor adalah Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat.

Dalam memperkuat kualitas produk tenun, Ditjen IKMA juga akan melakukan serangkaian pembinaan bagi IKM, melalui fasilitas penguatan sumber daya manusia dengan kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan. Selain itu Ditjen IKMA juga akan memberikan bantuan mesin dan peralatan, peningkatan kualitas produk dan pengembangan pasar, penguatan sentra penguatan kemampuan Unit Pelayanan Teknis serta penumbuhan Wirausaha Baru.

Walikota Bima HM Lutfi bersama Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Ratna Utarianingrum. Foto: Bin

Ratna mengaku, Kementerian Perindutrian melalui Ditjen IKMA terus mengembangan potensi tenun yang ada di Kota Bima. Sebelumya pada tahun 2018 telah dilaksanakan Bimtek fesyen berbahan baku tenun Bima, dan pada tahun ini Ditjen IKMA melakukan bimbingan teknis untuk 15 perajin tenun Bima dan fasilitasi mesin/peralatan.

“Diharapkan dengan bimbingan teknis ini dapat meningkatkan keterampilan perajin tenun Bima untuk membuat dan mengembangan pola dan desain tenun Bima yang sudah ada,” harapnya.

Di tempat yang sama, Walikota Bima HM Lutfi saat sambutan menyampaikan, berbagai upaya mengangkat pamor tenun Bima terus dilakukan. Yang sudah dilaksanakan selama ini antara lain penerbitan peraturan Walikota Bima, yang mewajibkan pegawai Pemerintah Kota Bima mengenakan tenun ikat sebagai busana kerja sehari dalam seminggu.

“Juga berbagai lomba rancang busana berbahan dasar tenun Bima, serta membawa tenun Bima untuk dipamerkan di showroom skala nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, secara khusus Lutfi menyampaikan ucapan terimakasih kepada banyak pihak yangsudah memberikan dukungan, seperti DPRD yang memberikan dukungan dalam alokasi anggaran untuk industri kecil, organisasi wanita dan Dekranasda yang terus melakukan berbagai program promosi

Ia juga mengungkapkan, strategi untuk pengembangan IKM antara lain pengembangan prototype mengkaji alternatif produk pada industri tenun tradisional, dengan memanfaatkan bahan baku, dan alternatif produksi yang lebih murah, cepat, dan sesuai kebutuhan.

Dari kegiatan ini sambung Walikota Bima, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menemukan upaya terobosan, agar lebih memacu pengusaha tenun meningkatkan kreasi-kreasi tenun khas Bima dalam bentuk beragam sehingga mampu bersaing dengan produk-produk textil lainnya.

“Harus ada kepedulian baik dari Dinas Koperindag maupun dari para pengrajin sendiri,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentar

Kabar Terbaru